Belajar Cinta di Singapura

Learning from ButterfliesJudul Buku : Learning From Butterflies
Penulis : Karina Nurherbyanti
Penerbit : Ping!!!
Cetakan : I, Maret 2015
Tebal : 244 halaman
ISBN : 978-602-255-835-4
Harga : Rp 38.000

Olga adalah mahasiswa fashion di Lasalle, kampus seni ternama di Singapura. Ia tinggal satu apartemen dengan kawan dari almamater yang sama, Enggar. Mereka berdua sama-sama berwatak ceria dan gaul. Setiap hari, Olga aktif stalking di blog Juandra karena terpikat dengan tampilan, postingan dan foto-foto editan karya cowok itu. Juandra sendiri merupakan anak mathematical science yang kuliah di kampus bergengsi NTU.

Juandra adalah anak genius yang pernah menang olimpiade matematika dengan IQ 140. Sifatnya tak seperti para genius pada umumnya, ia cerewet, gaul dan suka bersenang-senang. Tak heran, tiap ada kesempatan bersama Olga, Juandra bisa menyulut pertengkaran dengan gadis itu. Perkenalan mereka sebenarnya diawali oleh sahabat Juandra, Salman, yang menyukai Enggar. Salman mengorek informasi tentang Enggar dari Olga. Beberapa kali mereka berempat juga bertemu dalam acara yang diadakan PPI (hal. 81).

Sifat Juandra yang ceplas-ceplos itu adalah ekspresi akibat tak bisa melawan kehendak sang ayah, yang selalu mengekang anak-anaknya dan menomorsatukan nilai-nilai akademik. Riwayat keluarga lulusan kampus ternama dunia menjadikan ayahnya begitu mengagungkan kecerdasan. Apalagi dirinya profesor di kampus terfavorit negeri ini. Sang ibu hanya bisa membela kedua anaknya. Sementara Juandra begitu kagum pada adiknya, Junika, yang punya keberanian untuk menentukan pilihannya sendiri.

Dalam masalah cinta, Olga dan Juandra sama-sama terkendala oleh sang mantan. Olga sering sekali diteror oleh Alam, mantannya ketika SMA. Cowok itu memaksa Olga untuk kembali menerima dirinya. Sementara Juandra masih diharapkan oleh Mariska, mantan yang diputuskan dengan alasan LDR (hal. 129).

Perlahan tapi pasti, Juandra dan Olga menyadari bahwa mereka saling suka. Apalagi anak-anak PPI suka berolok-olok bahwa mereka berdua sangat cocok jika jadi pasangan. Namun Juandra tak juga memiliki keberanian menyatakan perasaannya. Bahkan, ia menyuruh seorang temannya untuk membelikan sekotak egg tart, makanan kesukaan Olga. Sampai ketika mereka harus pulang ke tanah air karena urusan keluarga dan tiba masa liburan, Olga yang lebih dulu membeberkan isi hatinya pada Juandra.

“Pipi Juandra memerah. Belum pernah ia mendapatkan pujian yang semanis ini dari cewek mana pun. Mariska hanya memuji kemampuan matematikanya, tetapi tidak pernah dengan suara selembut Olga sekarang.” (hal. 198)

Baik Juandra maupun Olga sama-sama belajar banyak hal di pulau Singapura. Tak hanya menjadi dewasa dengan tinggal jauh dari rumah, mereka juga belajar bagaimana mencintai seseorang dengan tulus apa adanya, tak berdasarkan kecerdasan atau hal-hal given lainnya.

Ide cerita novel ini sebenarnya menarik, sayang penggarapannya berlebihan. Novel ini terlalu banyak berisi percakapan sehari-hari, banyak memuat hal-hal kurang penting serta dialog yang mubazir. Penggunaan bahasa Inggris yang begitu banyak dalam dialog maupun narasi juga membuat pembaca cepat lelah―untuk menerjemahkan dan mengikuti percakapan tokoh-tokohnya. Penulis sering pula menjejalkan berbagai informasi dalam kalimat-kalimat panjang yang membuat pembaca semakin ngos-ngosan.

Mayoritas tokoh yang digambarkan berasal dari kelas sosial atas juga menjadikan novel ini terkesan begitu melangit dan tak terjangkau pembaca kalangan menengah ke bawah. Namun buku ini sarat informasi mengenai kehidupan mahasiswa luar negeri, khususnya Singapura. Penulis sendiri adalah mahasiswa yang sedang menjalani kuliah di Curtin University, Singapura. Diperkaya juga dengan nama-nama kampus favorit di beberapa negara yang bisa jadi referensi bagi siapa saja yang berminat berkuliah di luar negeri.

Tayang di wisata-buku.com 25 April 2015 http://bit.ly/1GxlZTx

Iklan

Ketika Cinta Tak Bisa Diatur!

AcakadutJudul Buku      : Cinta Acakadut

Penulis             : Furqonie Akbar

Penerbit           : Ping!!!

Cetakan           : I, Maret 2015

Tebal               : 220 halaman

ISBN               : 978-602-255-834-7

Harga              : Rp 36.000

Furqonie Akbar, penulis buku ini, mengklaim dirinya sebagai cowok ganteng yang naasnya jarang beruntung jika tersangkut cinta. Buku ini adalah pembuktian kebenaran pernyataan tersebut. Dengan gaya bercerita informal dan acakadut, penulis membeberkan berbagai permasalahan ketika sepasang kekasih dipertemukan dan bagaimana menjalani percintaan mereka. Diperkaya hasil pengamatan dan pengalaman penulis, menjadikan buku ini mencapai ketebalan yang ideal.

Penulis mencoba menjabarkan ‘teori-teori’ tentang hubungan percintaan anak muda. Teori pertama adalah mengenai jenis-jenis hubungan. Hubungan percintaan dapat terjadi dengan tetangga, dengan anak satu kabupaten, hubungan long distance relationship, sekadar gebetan, dan cinta lokasi yang masing-masing memiliki sisi positif dan negatifnya.

Teori selanjutnya adalah mengenai siklus sebuah hubungan. Biasanya, hubungan asmara diawali dengan naksir lawan jenis. Lalu dilanjut dengan berkenalan, pedekate, lantas berubah status menjadi gebetan. Setelah menyadari adanya kecocokan, kemudian terjadilah pacaran. Saat dua orang menjalin pacaran, akan ada kemungkinan untuk putus. Jika itu terjadi, maka status terbaru seseorang yang baru putus adalah mantan kekasih. Dalam keadaaan seperti itu, dia bisa memutuskan untuk segera move on atau malah gagal dan selalu mengenang mantan.

Mengenai alasan mengapa orang terkadang gagal move on, penulis menjabarkannya secara lengkap. Alasan-alasan itu misalnya karena mantan terlalu cantik atau ganteng, terlalu banyak kenangan yang dilalui, terlalu banyak memberi, trauma dengan hubungan, dan masih menyimpan perasaan sayang kepada mantan. Dilengkapi pula dengan perbandingan plus minusnya.

Tak semua orang memiliki pacar. Ada beberapa orang yang tak punya pasangan alias jomblo. Spesies jomblo sendiri menurut penulis ada beberapa macam. Yang pertama adalah jomblo sejak lahir, di mana jomblo jenis ini adalah tipe pemilih. Lalu ada pula jomblo baru putus, jomblo karena kurang pede, jomblo apes yang selalu gagal dengan cinta, serta jomblo gagal move on yang masih terkenang mantannya.

Selain menuliskan pengamatannya terhadap berbagai hubungan percintaan, penulis juga menuliskan kisah percintaannya dengan beberapa orang wanita. Dari semua kisah itu, tak ada satu pun yang berhasil. Penulis mengalami beberapa kali putus, baik itu putus baik-baik maupun putus yang menyakitkan. Ada juga pengalaman cinta pertama dan PHP yang diilhami oleh beberapa teman penulis. Kesimpulan yang diambil penulis adalah bahwa cinta itu adalah suatu hal yang acakadut dan tidak bisa diatur sesuka hati.

Semua kisah dan ‘teori’ dalam buku ini ditulis dengan gaya kocak nan lucu, sehingga walaupun kisah-kisah itu tergolong biasa, tapi mampu membuat pembacanya terkekeh atau minimal tersenyum. Secara teknis, buku ini tak jauh beda dengan buku-buku sejenis yang telah banyak beredar. Gaya penulisan ‘gue-elo’, penggunaan bahasa tak baku, dan cerita-cerita tentang patah hati telah banyak kita baca.

Menilik isinya, buku ini belumlah dapat dibilang menyamai tulisan Raditya Dika. Karya-karya RD lebih memiliki bobot dan menawarkan perspektif baru yang dibungkus banyolan. Namun buku ini patut diberikan apresiasi karena kemampuan penulis untuk menawarkan karya yang cukup menghibur. Untuk dapat menulis sebaik Raditya Dika, penulis harus lebih banyak berlatih dan memperluas bahan bacaan agar tulisan selanjutnya lebih punya bobot.

Dimuat di Indoleader.com 15 April 2015 http://bit.ly/1DswF10

Energi Sufistik Dalam Kisah-Kisah Legendaris

Membaca kisah-kisah para sufi adalah pengalaman yang memperkaya batiniah. Setiap jengkal kehidupan mereka menyimpan energi dan hikmah. Energi yang bisa men-charge iman, juga hikmah yang menyentil ke-aku-an kita. Sufisme adalah perjalanan yang pasti ada dalam diri setiap hamba. Ini mengisyaratkan bahwa setiap manusia adalah sufi, namun berbeda cara bagaimana Allah mengingatkan kita akan anugerah tersebut.

Manusia yang senantiasa memakai akalnya, memperbarui iman, takwa, raja’ (pengharapan) maupun khofa (rasa takut) akan tiba pada tujuan utama dari setiap penciptaan, yaitu mencapai Dzat Allah. Namun, mayoritas dari kita masih menomorsatukan perasaan dan sifat egoisme, hingga sulitlah bagi kita, bahkan untuk mengetahui identitas kita sendiri. Kita sulit mencapai derajat makrifat seperti yang disampaikan dalam sebuah hadist, ‘Man ‘arofa nafsahu, faqod ‘arofa robbahu’?barang siapa mengenal dirinya, maka ia akan bisa mengenali Tuhannya.

Kisah sufi mengingatkan kita akan dua hal. Pertama, bahwa ternyata untuk menjadi seorang sufi, ada banyak hal mencengangkan yang terkadang tidak bisa dicapai nalar dan logika. Misalnya kisah Ibrahim bin Adham yang memohon agar diselamatkan dari ‘mencintai’ anak dan istrinya, yang kemudian anaknya meninggal dunia (lihat kisah berjudul CabutlahNyawa Anakku atau Nyawaku Sendiri).

Bagi kita manusia ‘normal’ amatlah menggemaskan bila kita harus meminta untuk tidak menyintai siapapun selain Allah. Bisa saja muncul pertanyaan, bila semua orang menjadi sufi semacam Rabiah Al-Adawiyah, mungkin dunia ini akan kehilangan populasi manusia sebab tak akan muncul perkawinan. Sebab kata Rabiah ketika menolak cinta Imam Hasan al-Bashri bahwa “Tali pernikahan hanyalah untuk orang-orang yang memiliki ke-aku-an. Di sini ke-aku-an telah sirna, telah menjadi tiada dan hanya ada melalui Dia. Aku adalah milik-Nya. Aku hidup di bawah naungan-nya. Jika engkau menginginkanku, maka engkau harus melamar diriku kepada-Nya, bukan langsung kepada diriku” (hal 67).

Kedua, merasakan bahwa selama ini kita masih begitu ‘buta’ terhadap Allah. Kita terlalu sibuk dengan diri sendiri yang sarat hawa nafsu. Maka tak heran, begitu membaca kisah-kisah yang disuguhkan penulis bukuini, hati seperti tersengat listrik. Dunia sufi bagai terpisah dari kehidupan ‘normal’ manusia yang berjalan atas aturannya masing-masing.

Mungkin akan timbul pertanyaan, bagaimana bisa para sufi itu bertahan dalam lapar, tak tidur berhari-hari, menggelandang tak tentu, menjadi pengemis, hingga mencapai keajaiban-keajaiban (yang umumnya disebut karamah) seperti memunculkan uang dinar dari jubah, berjalan di atas air, atau bahkan udara! Tak akan sampai nalar kita menjangkaunya, sebab masih terdapat hijab yang tebal menutupi mata batin kita.

Walaupun kisah-kisah dalam buku ini sebagian sudah sering kita dengar, namun kepiawaian penulis mengkomunikasikan dalam bahasa yang ringan tetaplah enak untuk disimak. Dengan tebal 336 halaman, buku ini memang masih terdapat kekurangan, terutama keterkaitannya dengan kehidupan manusia zaman sekarang atau pencantuman tahun kejadian kisah. Sehingga, terkesan kisah-kisah tersebut jadul walaupun penulis menarasikannya dengan embel-embel bahasa zaman sekarang.

Namun setidaknya, buku ini cukup bergizi disajikan sebagai sarapan di pagi hari agar jiwa terisi tambahan energi untuk mengabdi pada Yang Hakiki.

_____________________________

Judul Buku : Kisah-Kisah Para Sufi Legendaris Sepanjang Masa

Penulis : Wawan Susetya

Cetakan : I, Desember 2012

Tebal : 336 halaman

Penerbit : Sabil, Yogyakarta

Dimuat Rimanews.com tanggal 17 Maret 2013
http://www.rimanews.com/read/20130317/95489/energi-sufistik-dalam-kisah-kisah-legendaris

Mengukir Senyum di Wajah Allah

Judul Buku : Amalan-Amalan Wanita yang Paling Disenangi Allah dan Nabi
Penulis : H.M. Amrin Ra’uf
Penerbit : Sabil, Yogyakarta
Cetakan : I, November 2014
Tebal : 221 halaman
ISBN : 978-602-255-711-1
Harga : Rp 35,000

Amalan apakah yang mampu membuat Allah dan Nabi merasa senang? Buku ini akan membahasnya, amalan terbaik yang bisa mengantarkan seorang wanita muslimah mendapatkan lebih banyak cinta dari Allah dan Nabi. Salah satunya yaitu salat sunah. Tahajud, dalam sebuah hadis pernah dikatakan sebagai salat yang paling utama setelah salat fardhu. Salat yang didirikan setelah bangun tidur malam ini memang terkenal karena keutamaannya yang luar biasa.
Nabi bahkan tidak pernah meninggalkan tahajud selama hidupnya. Jika seorang wanita mampu istiqamah sebagaimana Nabi, Allah takkan segan memberikan karunia yang berlimpah kepadanya. Dalam buku ini disebutkan sebagian keutamaan salat yang disebut juga qiyamul lail ini. Beberapa di antaranya, memperoleh pertolongan Allah untuk semua permasalahan hidup, menghindarkan diri dari ketergantungan pada makhluk, dianugerahi hati yang tenang dan lembut serta diberikan cahaya dalam kubur (hal. 63-75).
Amalan selanjutnya yaitu salat Dhuha. Salat satu ini sangat bermanfaat dalam rangka menarik rezeki. Setelah melaksanakan salat Dhuha, sangat dianjurkan untuk membaca surat al-Waqi’ah agar keutamaannya semakin terasa (hal. 95).
Salat lain yang tak kalah penting adalah salat Hajat, Rawatib dan Taubat. Ketiga jenis salat ini sebisa mungkin dijaga dengan istiqamah agar hidup terasa nyaman dan hati kian tenang. Ketiganya juga menyimpan hikmah yang luar biasa.
Amalan lain selain salat yang begitu bernilai adalah istiqamah mendaras al-Qur’an. Orang yang disiplin melaksanakannya setiap hari, akan diberikan pahala yang sangat besar di sisi Allah. Dia juga akan ditempatkan bersama malaikat di Surga serta diibaratkan bagaikan buah utrujjah, yang wangi dan manis. Selain itu, Allah akan mengangkat derajatnya di dunia hingga akhirat. Dan jangan lupa, al-Qur’an dapat pula memberi syafaat pagi pembacanya di hari kiamat (hal. 165-173).
Puasa menjadi amalan selanjutnya yang juga sangat bermanfaat. Kita dapat mencoba merutinkan puasa Senin Kamis. Puasa ini telah terbukti menjadi jalan sukses dalam meraih cita-cita. Prof. Dr. Ir. Amin Aziz, pendiri Bank Muamalat mengaku telah puluhan tahun rutin berpuasa Senin-Kamis. Ia merasakan betul bahwa ibadah satu ini sangat berdampak positif dalam kehidupan dan pekerjaannya (hal. 180).
Puasa Daud juga sangat disenangi oleh Allah. Nabi pernah bersabda bahwa seutama-utamanya puasa adalah puasa a la Nabi Daud ini, yaitu dengan sehari puasa dan sehari berbuka. Puasa ini memiliki beberapa manfaat yang sangat positif yaitu terpeliharanya diri dari kemaksiatan dan dianugerahi ilmu pengetahuan yang istimewa dari Allah (hal. 183, 185).
Puasa lain yang memiliki keutamaan besar adalah puasa hari ‘Asyura dan Arafah. Puasa ‘Asyura merupakan puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan. Sedangkan puasa Arafah memiliki manfaat untuk menghapus dosa setahun sebelum dan sesudahnya (hal. 187, 193).
Satu ibadah yang kelihatannya sepele namun menyimpan keutamaan luar biasa adalah istiqamah menjaga wudhu. Seseorang yang selalu dalam keadaan suci, akan dijaga dari gangguan setan dan diampuni dosa-dosanya, yaitu dosa-dosa kecil dan dosa antara dua waktu shalat. Ketika seseorang berwudhu, maka seluruh kotoran dan dosa dalam dirinya akan ikut keluar bersama tetesan-tetesan air wudhu (hal. 15-26).
Bershadaqah dan berzikir menjadi amalan terakhir yang dibahas buku ini. shadaqah mampu menghalangi bencana serta dapat memperpanjang umur. Dengan bershadaqah, harta yang kita miliki takkan berkurang tapi bertambah, karena setiap kebaikan yang kita lakukan, akan dibalas dengan 10 kebaikan (hal. 217). Shadaqah dapat menjadi salah satu jalan paling utama menuju kesejahteraan finansial. Sedangkan dengan berzikir secara istiqamah, Allah akan mengingat kita, dan memberi hati yang senantiasa hidup. “Perumpamaan orang yang menyebut nama Tuhannya dengan yang tidak menyebut nama-Nya, laksana orang hidup dengan orang mati” (hal. 204).
Buku ini dilengkapi tata cara melakukan ibadah-ibadah tersebut. Akan tetapi, lebih baik jika hanya dicantumkan surat yang dibaca, wirid dan doa khususnya saja. Tidak perlu mencantumkan bacaan iftitah, sujud atau ruku’ yang sebagian besar pembaca sudah mafhum sehingga tak memakan halaman yang cukup banyak.
Pada buku ini juga terdapat halaman yang diulang serta halaman kosong. Hal ini dapat membuat pembaca bingung dan membuat kertasnya mubazir. Namun, buku ini sangat baik dibaca sebagai panduan praktis untuk mendisiplinkankan diri melakukan amalan yang disukai Allah dan Nabi.

Dimuat di Harian Bhirawa, edisi 19 Desember 2014
http://harianbhirawa.co.id/2014/12/mengukir-senyum-di-wajah-allah/#

Berprestasi Menggunakan Kekuatan Diri

Judul Buku : The Power in You, Sadari Potensi Diri untuk Raih Prestasi
Penulis : Ollie
Penerbit : Gagasmedia, Jakarta
Cetakan : I, 2014
ISBN : 978-979-780-737-5
Tebal : xvi + 288 halaman

Setiap orang memiliki kekuatan untuk mewujudkan keinginan dan visi hidupnya. Kekuatan itu menunggu diberdayakan, menanti untuk dimaksimalkan. Inilah yang Ollie sebut sebagai the power in you, atau kekuatan di dalam diri masing-masing orang yang sudah diberikan Tuhan dengan cuma-cuma (hal. v).
Sayangnya, banyak dari kita tidak menyadari adanya kekuatan tersebut. Bahkan tak sedikit yang secara terang-terangan ‘menolak’ keberadaannya. Saksikan saja di media sosial seperti Facebook atau Twitter, status-status galau yang diunggah hampir tiap menit, dengan tema putus cinta dan perkara lain yang remeh-temeh. Buku ini lahir sebab kegerahan Ollie terhadap sikap menye-menye anak muda zaman sekarang ini (hal.1).
Dalam buku setebal 288 ini dibeberkan mengapa anak muda harus berdaya guna dan menemukan passion serta menggunakan power-nya semaksimal mungkin. Kata Ollie, life is short. Hidup ini teramat singkat untuk tidak dibikin hebat. Kita akan menyesal sangat dalam jika belum sempat melakukan hal-hal yang kita impikan lalu keburu wafat (hal. 34).
Banyak hal penting yang kita dapatkan dari buku baik ini. Pertama, kita perlu menemukan ‘why’ kita terhadap aktivitas yang sedang kita lakukan agar dapat fokus dan berkomitmen. Temukan alasan terkuat mengapa kita melakukan suatu aktivitas (hal. 7). Alasan ini akan menjadi starting point kita dalam memberdayakan kekuatan diri.
Kedua, menentukan visi hidup kita 5 tahun ke depan lalu menuliskannya secara detail. Banyak sekali orang yang telah membuktikan bahwa visi yang tertulis akan lebih mudah terwujud. Salah satunya Ollie yang beberapa visinya telah menjadi kenyataan karena ia menuliskannya. Dengan menulis visi hidup akan membantu kita menemukan potensi yang ada dalam diri dan di lingkungan sekitar, yang dapat kita manfaatkan untuk membantu mewujudkannya (hal. 14).
Kita juga perlu mengenal apa saja barriers (halangan) yang biasa muncul dalam langkah kita menggapai impian. Hambatan-hambatan itu bisa muncul dari dalam diri sendiri seperti mental block dan pikiran negatif. Sedangkan hambatan dari luar bisa berupa omongan orang lain yang bisa melemahkan tekad kita serta kegagalan yang mungkin berulang kali kita temui. Sering juga kita disabotase oleh rasa malu sehingga kerap membuat langkah kita berhenti. Bahkan, rutinitas sehari-hari bisa membuat kita stuck dan jalan di tempat (hal. 42-55).
Untuk mengatasi problema di atas, Ollie mendorong kita untuk cerdas mengelola emosi dan segala pikiran negatif yang muncul. Dia juga menyarankan kita untuk berani keluar dari comfort zone (hal. 119), mengingat rasa takut (insecure) untuk mencoba hal baru muncul ketika kita sudah nyaman di posisi saat ini. Padahal, salah satu kunci sukses dalam segala hal adalah keberanian, baik itu keberanian untuk bertindak maupun membangun kemungkinan-kemungkinan dengan sebanyak mungkin orang.
Pada intinya, Ollie mengajak kita untuk merasa kuat, pede dan mencintai diri sendiri dulu karena untuk bisa mempengaruhi banyak orang demi menebar manfaat, kita harus kuat baik mental maupun fisik. Sebab, kita tak akan mampu memberi apa yang tidak kita punyai (hal. 20).
Buku ini memuat lembar-lembar practice yang dapat dipraktikkan begitu selesai satu pembahasan. Ini menandakan Ollie ingin pembacanya langsung take action dan tidak menunda. Isi perintahnya pun beragam, tidak hanya menyuruh menuliskan visi hidup atau kelebihan kita, tapi ada juga intruksi agar kita berkumpul dengan 5 teman lalu meminta mereka mengomentari penampilan kita (hal. 247). Ollie mengajak pembaca bereksperimen dengan banyak hal.
Materi dalam buku ini sangat banyak sehingga Ollie menulisnya dengan penjabaran yang to the point dan paragraf yang padat. Kita tak perlu membaca penjelasan yang bertele-tele seperti kerap ditemukan pada beberapa buku motivasi.
Buku ini hampir sempurna, dengan desain fisik dan layout yang kreatif. Hanya saja, kadang ada materi yang masih membuat pembaca belum puas karena begitu ringkasnya pembahasan. Namun, secara keseluruhan, buku ini keren dan asyik sekali. Sangat membantu pembaca mengenal dan menyadari lalu bersegera bangun untuk memberdayakan potensi diri dalam meraih apapun impiannya.

Dimuat di Indoleader.com tanggal 26 November 2014

http://indoleader.com/index.php/resensi/3892-berprestasi-menggunakan-kekuatan-diri

 

Keajaiban Puasa Senin Kamis

miracle puasa senin kamis

Judul Buku : The Miracle of Puasa Senin Kamis
Penulis : Ubaidurrahim El-Hamdy
Penerbit : WahyuQolbu, Jakarta
Cetakan : I, 2014
Tebal : viii + 324 halaman
ISBN : 979-795-892-2
Harga : Rp 39.000

Puasa adalah satu dari sekian banyak ibadah yang sangat dianjurkan Nabi. Dalam sebuah hadist disebutkan bahwa puasa dan Al-Qur’an adalah dua hal yang mampu memberi syafaat pada pelakunya di hari kiamat (hal. 232). Ibadah satu ini sangat istimewa karena pahalanya langsung dari Allah, seperti dalam firman-Nya “Puasa itu milik-Ku, dan Aku sendiri yang akan membalasnya” (hal.16).
Rasulullah merupakan orang yang paling banyak berpuasa sunnah. Disebutkan dalam hadis bahwa beliau puasa sebulan penuh pada Sya’ban dan rutin menjalankan puasa Senin Kamis. Menurut beliau, pada hari itu, pintu Surga dibuka oleh Allah dan catatan amal dilaporkan sehingga beliau ingin ketika amalnya dilaporkan, ia sedang berpuasa (hal. 24).
Ada banyak ‘keajaiban’ puasa sebagaimana dijelaskan oleh penulis melalui berbagai ayat Al-Qur’an, hadist dan kajian-kajian ilmiah. Salah satunya ialah puasa merupakan jalan takwa yang mempu mengantarkan ke Surga serta sebagai pembuktian iman. Sebab, seseorang yang memiliki iman yang kuat tidak akan merasa cukup hanya dengan ibadah fardhu. Sebaliknya, ketika orang menyepelekan ibadah sunnah, maka imannya perlu dipertanyakan (hal. 21).
Dari segi kesehatan, puasa memiliki segudang ‘prestasi’ dalam menyembuhkan berbagai penyakit. Hipertensi, diabetes, asma, penyakit kulit, dan kanker adalah sebagian penyakit yang bisa dihilangkan dengan puasa. Bahkan, seorang pakar kesehatan dari Kanada, Bernard Jhonson, telah membimbing lebih dari 50.000 kasus kesehatan dengan terapi puasa (hal. 146).
Mengapa puasa begitu ampuh dalam mengatasi berbagai masalah kesehatan, bahkan yang terlihat tidak mungkin? Jawabannya ada pada hadis Nabi “Sumber daripada penyakit adalah perut. Perut adalah gudang penyakit dan berpuasa itu adalah obat.” Sejalan dengan penelitian dr. Robert Gray dari USA “Parasit hidup membiak pada sistem perut yang kotor.” (hal. 41). Agar dapat hidup sehat, manusia harus mengendalikan diri dan tidak berlebihan dalam mengonsumsi makanan yang berpotensi besar menimbulkan berbagai penyakit. Salah satu bentuk pengendalian kita kepada makanan adalah dengan berpuasa.
Dalam kaitannya untuk mengatasi obesitas, puasa juga dapat diandalkan. Saat tubuh kekurangan asupan makanan, ia akan membakar sumber energi cadangan berupa lemak yang tertimbun dalam tubuh. Dengan begitu, berat badan akan menurun (hal. 103).
Puasa yang benar serta sesuai aturan Nabi juga bermanfaat untuk menajamkan kemampuan otak. Ketika berpuasa, asupan makanan akan berkurang. Di saat itu, usus akan beristirahat dan beban darah untuk membawa sari makanan ke seluruh tubuh berkurang. Darah yang berada di otak akan tetap tinggal sehingga otak menjadi lebih tenang dan segar. Ilmuwan besar lulusan Universitas Iskandariyah, Apikor mengatakan bahwa puasa akan menajamkan kekuatan akal dan memperkuat daya ingat. Maka menjelang ujian, ia menjalani puasa selama 40 hari (hal. 111).
Menarik jodoh dan rezeki merupakan keajaiban puasa selanjutnya. Ketika orang rutin berpuasa, keadaan spritualnya akan diperbaiki dan menjadikan dirinya orang yang bertakwa. Di saat itulah, Allah akan memberikan kemudahan dalam urusannya. Seperti yang telah disebutkan dalan surat At-Thalaq ayat 2-3 bahwa barang siapa bertakwa kepada Allah, maka Allah akan memberinya jalan keluar dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka (hal. 151).
Puasa Senin Kamis merupakan puasa sunnah yang sangat bagus dipakai untuk terapi kesehatan, kejiwaan dan mengatasi masalah hidup. Hanya dengan dua hari seminggu, kita bisa melatih otot-otot spiritual yang berdampak positif pada peningkatan kualitas ibadah dan ahlak seperti kesabaran dan kepekaan sosial serta peningkatan kualitas berpikir (hal. 207, 129, 123, 118)
Dengan pengalaman dan ilmunya yang luas, penulis membuat buku ini kaya dari segi isi, yang merupakan poin lebih buku ini. Ditambah layout yang berbeda tiap halaman plus diselipi mind map dan kotak dialog, membuat penampilan buku ini terlihat keren. Namun, kekurangan satu-satunya dari buku 324 halaman ini adalah penjelasan yang diulang-ulang hingga beberapa kali sehingga tampak membosankan. Kekurangan lain ialah tiadanya daftar pustaka yang mungkin diperlukan pembaca untuk studi lanjut.
Buku ini selain cocok dibaca oleh para pelajar usia sekolah menengah dan mereka yang sedang mengalami kesulitan karena keuangan, jodoh maupun penyakit, juga cocok dibaca oleh politikus yang sedang memperjuangkan kepentingan rakyat, atau pengusaha yang bermaksud mensejahterakan kehidupan masyarakat. Agar mereka tergerak untuk hidup prihatin dengan berpuasa dua kali sepekan.

Dimuat di Rimanews.com tanggal 26 November 2014
http://budaya.rimanews.com/buku/read/20141126/184574/Keajaiban-Puasa-Senin-Kamis