7 Kebiasaan Efektif Ahli Strategi PR

What CEO Wants From PRJudul Buku : What CEO Wants From PR
Penulis : Agung Laksamana
Penerbit : B-First, Yogyakarta
Tebal : 194 halaman
Cetakan : I, Desember 2014
ISBN : 978-602-1246-27-6
Harga : Rp 42.000

Memahami ekspektasi CEO terhadap PR adalah penting. Kinerja setiap bagian dalam perusahaan, termasuk PR diharapkan berujung pada peningkatan matriks dan angka. Hingga saat ini, mungkin PR masih dianggap sebagai penjaga reputasi, tapi seyogyanya PR juga bisa memainkan peran yang lebih strategis. Dalam buku ini, Agung Laksamana menjelaskan secara lengkap 7 kebiasaan aplikatif agar praktisi PR bisa bergerak dalam heart of management. Selama ini PR jarang masuk Ring 1 perusahaan karena bisa jadi PR tidak memberikan outcomes yang sesuai harapan para CEO (hal. 15).

Hal penting yang menjadi habit pertama ialah mengenal sang CEO. Pemahaman akan latar belakang CEO amat penting agar PR bisa menyesuaikan sikap dengan baik. Kemampuan memahami bos sangat menentukan keberhasilan karier seseorang. Tanyakan secara langsung prioritas kerja CEO dan buatlah rencana kerja yang sesuai target mereka (hal. 52).

Dalam perusahaan, CEO membutuhkan tim dengan kemampuan yang mumpuni. Pastikan bahwa diri kita masuk dalam kategori strong skill people. Inilah yang menjadi kebiasaan efektif kedua. Menjadi CEO merupakan tugas yang berat, maka sudah barang tentu CEO perlu anak buah yang bisa diandalkan. Pelaku PR harus punya loyalitas serta proaktif memberikan advice. Kemampuan mengendalikan situasi juga penting agar kita tetap memiliki bobot bagi perusahaan (hal. 71).

Perusahaan dengan segudang persoalan adalah tempat yang selalu membutuhkan pribadi-pribadi dengan kualitas terbaik. Mereka harus paham dengan bisnis yang dijalankan perusahaan. Praktisi PR juga perlu berpikir dengan perspektif CEO. Selalu sediakan solusi dan analisis berbasis data dan angka, karena PR juga harus analitis. Temukan juga indikator sukses kita sendiri, yaitu reputasi perusahaan yang semakin baik (hal. 95).

Kebiasaan efektif keempat yaitu meningkatkan pengaruh PR dalam perusahaan. Menjajaki ranah strategis adalah keniscayaan bagi praktisi PR. Selain harus paham keseluruhan bisnis dalam perusahaan, PR juga mesti punya kemampuan mengeksekusi program-program efektif yang berdampak pada karyawan. Esensinya, bagaimana menjadikan aset sumber daya manusia dalam perusahaan bergerak menuju satu titik yang sama.

Kebiasaan efektif kelima adalah sikap kooperatif dengan media. Menjalin pertemanan yang tanpa pamrih, bersikap terbuka dan saling menghargai adalah beberapa cara menjaga hubungan baik dengan media. Selain itu, PR sebaiknya mengerti perkembangan teknologi dan mau mempelajari implikasinya terhadap perusahaan. Mengeluarkan konten yang apa adanya tetapi efektif juga merupakan tugas penting seorang PR (hal. 131).

Krisis dapat terjadi kapan saja. Sebelum hal itu berdampak pada perusahaan, PR memiliki satu tugas penting yaitu menjadi radar bagi korporasi. Hakikatnya, PR adalah mata dan telinga perusahaan. Ia mesti punya keahlian berdiplomasi dengan berbagai pihak ketika sebuah masalah menghampiri. Inilah yang menjadi kebiasaan efektif keenam (hal. 157).

Habit terakhir bagi keberhasilan praktisi PR yaitu terus menerus belajar. Biasanya seseorang berhenti belajar karena merasa sudah tahu dan cukup akan sebuah ilmu. PR yang ingin menduduki jabatan puncak dan dipercaya CEO tentu tak begitu saja berhenti mempelajari banyak hal. Ia akan terus meningkatkan kapasitasnya hingga level global. Keahlian berkolaborasi dan mempengaruhi sangat diperlukan agar dapat bertahan dalam dunia bisnis yang makin pelik sekarang ini (hal. 166).

Buku ini cukup kaya karena ditulis berdasarkan pengalaman Agung selama 20 tahun berkecimpung dalam strategic communication. Selain itu, insight langsung dari beberapa CEO kenamaan membuat buku ini pantas dibaca para pelaku kehumasan maupun siapa saja yang tertarik meningkatkan wawasan tentang komunikasi yang lebih strategis.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s