Menemukan Cinta Di Danau Toba

toba_dreams1
Cover cetakan pertama sumber: website penerbit

Judul Buku : ToBa Dreams
Penulis : TB Silalahi
Penyunting : Farahdiba Agust
Pemindai Aksara: Muhammad Bagus SM
Penerbit : Exchange
Cetakan : II, April 2015
Tebal : 248 halaman
ISBN : 978-602-72024-6-7
Harga : Rp 49.500

ToBa Dreams bercerita tentang seorang tentara yang baru saja pensiun bernama Sersan Tebe. Usai masa bertugas selesai, Sersan Tebe berencana membawa keluarganya kembali ke kampung halamannya di desa Tarabunga, di tepi danau Toba. Ia ingin kembali ke Medan karena ingin membangun desanya dan hidup damai secara sederhana.Sersan Tebe adalah potret prajurit yang berdedikasi dan memiliki idealisme tinggi. Ia memegang teguh nilai-nilai sebagai seorang prajurit.

Ronggur si anak sulung yang tabiatnya keras sama sekali tak menyetujui rencana kepindahan itu. Ia tak mau hidup apa adanya, di samping ia tak mau berpisah dari pacarnya, Andini yang beragama Islam. Namun sang ibu berhasil meyakinkan anaknya itu. Ronggur pun berjanji pada Andini akan kembali.

TOBADREAMSFILM
Poster Film Toba Dreams yang juga menjadi cover buku cetakan kedua sumber: wikipedia

Setelah beberapa bulan pindah ke Tarabunga, Sersan Tebe berhasil membuat kampungnya lebih sehat dan teratur. Ia berkali dicalonkan menjadi kepala desa namun selalu menolak. Sementara Ronggur memutuskan kabur dari rumah dengan bantuan Togar, sepupunya yang periang.

Ronggur kembali ke Jakarta dan bekerja sebagai supir taksi milik Tommy, sahabatnya sejak SMP. Sampai kemudian ia dijebak penumpang yang tertarik keahliannya. Penumpang itu rupanya seorang mafia narkoba. Hati kecil Ronggur yang jujur menolak untuk bergabung. Sampai ketika ayah Andini menghina dirinya serta ayahnya yang miskin, Ronggur sangat marah. Ia kehilangan akal sehatnya dan menerima tawaran geng mafia tersebut untuk membuktikan bahwa ia bisa sukses. Ronggur menjadi andalan bosnya dalam operasi yang berbahaya. Dalam waktu singkat, Ronggur mendapatkan apa yang ia mau, kekayaan yang melimpah.

Ia membawa kabur Andini dari orangtuanya dengan cara licik. Di Tarabunga, keduanya menikah dengan cara Kristiani. Mereka lalu pindah ke Jakarta dan dikaruniai seorang anak bernama Choky.

Ronggur bertekad untuk keluar dari jerat mafia narkoba. Ia pun membuka beberapa bisnis dan bermain di bursa saham. Namun rupanya Bonsu, sang mafia narkoba, tak bisa melepaskan Ronggur begitu saja. Sekali bergabung maka tak bisa keluar.
Tindakan Ronggur menyebabkan Andini meragukan cinta suaminya. Karena tak ingin kehilangan kepercayaan Andini, Ronggur melakukan pembunuhan terhadap Bonsu. Pembunuhan itu memunculkan dendam dan mengakibatkan Ronggur harus kehilangan nyawa ketika kabur dan bersembunyi di kampung halamannya.

Secara konten, novel ini membawa pesan yang begitu kaya. TB Silalahi menuliskan kehidupan seorang tentara dari sudut pandang tentara. Pembaca akan rasakan semangat dan keharuan Sersan Tebe ketika mengabdi menjadi prajurit. Pembaca juga akan melihat bahwa kecintaan setiap ayah begitu besar pada anak-anaknya. Sersan Tebe menaruh harapan besar pada Ronggur. Namun harapannya harus kandas karena Ronggur memilih jalan hidup lain yang membawanya pada kematian.

Konflik keluarga itulah yang menjadi jiwa buku ini. Pencarian Ronggur akan harga diri di depan sang ayah serta keluarga Andini menjadi semacam kunci yang membuka semua peristiwa dalam cerita. TB Silalahi secara langsung memberikan clue bahwa komunikasi yang sehat di antara anggota keluarga sangat penting agar tak terjadi kesalahpahaman. Ronggur merasa sang ayah tak menyayanginya, padahal yang ada justru sebaliknya. Melalui kisah Ronggur, penulis yang mantan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara menegaskan bahwa meraih impian harus dilakukan dengan cara yang benar.

Pesan lain yang cukup penting adalah bagaimana menerima perbedaan yang acapkali menimbulkan permusuhan. Sersan Tebe dengan lapang hati menerima keyakinan menantunya yang berbeda dari keluarganya. Bahkan, Sersan Tebe menemani Choky mengaji di mushala dan memberi anak itu kopiah kenang-kenangan dari seorang raja ketika Sersan Tebe bertugas di Sulawesi.

Bicara teknis, memang masih banyak kalimat-kalimat yang terasa kaku. Penulis masih menulis dengan cara biasa, runut dan hati-hati. Tapi hal itu tak mengurangi kesenangan membaca novel ini. Film adaptasinya sendiri telah tayang di layar lebar dan dibintangi Vino G. Bastian, Mathias Muchus, dan Marsha Timothy. Di buku cetakan kedua ini, penerbit menyertakan foto-foto dari filmnya yang dapat menimbulkan daya gugah lebih pada kisah Sersan Tebe.

Selamat membaca dan menikmati karya baik ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s