Ketika Cinta Tak Bisa Diatur!

AcakadutJudul Buku      : Cinta Acakadut

Penulis             : Furqonie Akbar

Penerbit           : Ping!!!

Cetakan           : I, Maret 2015

Tebal               : 220 halaman

ISBN               : 978-602-255-834-7

Harga              : Rp 36.000

Furqonie Akbar, penulis buku ini, mengklaim dirinya sebagai cowok ganteng yang naasnya jarang beruntung jika tersangkut cinta. Buku ini adalah pembuktian kebenaran pernyataan tersebut. Dengan gaya bercerita informal dan acakadut, penulis membeberkan berbagai permasalahan ketika sepasang kekasih dipertemukan dan bagaimana menjalani percintaan mereka. Diperkaya hasil pengamatan dan pengalaman penulis, menjadikan buku ini mencapai ketebalan yang ideal.

Penulis mencoba menjabarkan ‘teori-teori’ tentang hubungan percintaan anak muda. Teori pertama adalah mengenai jenis-jenis hubungan. Hubungan percintaan dapat terjadi dengan tetangga, dengan anak satu kabupaten, hubungan long distance relationship, sekadar gebetan, dan cinta lokasi yang masing-masing memiliki sisi positif dan negatifnya.

Teori selanjutnya adalah mengenai siklus sebuah hubungan. Biasanya, hubungan asmara diawali dengan naksir lawan jenis. Lalu dilanjut dengan berkenalan, pedekate, lantas berubah status menjadi gebetan. Setelah menyadari adanya kecocokan, kemudian terjadilah pacaran. Saat dua orang menjalin pacaran, akan ada kemungkinan untuk putus. Jika itu terjadi, maka status terbaru seseorang yang baru putus adalah mantan kekasih. Dalam keadaaan seperti itu, dia bisa memutuskan untuk segera move on atau malah gagal dan selalu mengenang mantan.

Mengenai alasan mengapa orang terkadang gagal move on, penulis menjabarkannya secara lengkap. Alasan-alasan itu misalnya karena mantan terlalu cantik atau ganteng, terlalu banyak kenangan yang dilalui, terlalu banyak memberi, trauma dengan hubungan, dan masih menyimpan perasaan sayang kepada mantan. Dilengkapi pula dengan perbandingan plus minusnya.

Tak semua orang memiliki pacar. Ada beberapa orang yang tak punya pasangan alias jomblo. Spesies jomblo sendiri menurut penulis ada beberapa macam. Yang pertama adalah jomblo sejak lahir, di mana jomblo jenis ini adalah tipe pemilih. Lalu ada pula jomblo baru putus, jomblo karena kurang pede, jomblo apes yang selalu gagal dengan cinta, serta jomblo gagal move on yang masih terkenang mantannya.

Selain menuliskan pengamatannya terhadap berbagai hubungan percintaan, penulis juga menuliskan kisah percintaannya dengan beberapa orang wanita. Dari semua kisah itu, tak ada satu pun yang berhasil. Penulis mengalami beberapa kali putus, baik itu putus baik-baik maupun putus yang menyakitkan. Ada juga pengalaman cinta pertama dan PHP yang diilhami oleh beberapa teman penulis. Kesimpulan yang diambil penulis adalah bahwa cinta itu adalah suatu hal yang acakadut dan tidak bisa diatur sesuka hati.

Semua kisah dan ‘teori’ dalam buku ini ditulis dengan gaya kocak nan lucu, sehingga walaupun kisah-kisah itu tergolong biasa, tapi mampu membuat pembacanya terkekeh atau minimal tersenyum. Secara teknis, buku ini tak jauh beda dengan buku-buku sejenis yang telah banyak beredar. Gaya penulisan ‘gue-elo’, penggunaan bahasa tak baku, dan cerita-cerita tentang patah hati telah banyak kita baca.

Menilik isinya, buku ini belumlah dapat dibilang menyamai tulisan Raditya Dika. Karya-karya RD lebih memiliki bobot dan menawarkan perspektif baru yang dibungkus banyolan. Namun buku ini patut diberikan apresiasi karena kemampuan penulis untuk menawarkan karya yang cukup menghibur. Untuk dapat menulis sebaik Raditya Dika, penulis harus lebih banyak berlatih dan memperluas bahan bacaan agar tulisan selanjutnya lebih punya bobot.

Dimuat di Indoleader.com 15 April 2015 http://bit.ly/1DswF10

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s