Mengejar Cinta Mas Sekuriti

Cinta-Emang-Bego
sumber gambar: blog penulisnya

Judul Buku : Cinta Emang Bego

Penulis : Nikma. TS

Penerbit : Moka Media

Cetakan : I, 2014

Tebal : 176 halaman

ISBN : 979-795-826-4

Suatu pagi, seorang cewek terlambat berangkat ke sekolah karena lupa mengisi bensin untuk motor matic-nya, sehingga dia harus naik angkot yang tidak bisa ngebut. Sesampai di sekolah, gerbang depan sudah dikunci. Terpaksa, dia manjat pagar belakang, dan ketahuan. Bukan oleh guru atau kepala sekolah, tapi oleh satpam. Dari sanalah ke-bego-an cinta si cewek dimulai. Satpam itu sangat ganteng, yang kegantengannya bisa membuat artis korea rela operasi plastik lagi, begitu kata penulis.

“Aku seketika terpana, menatapnya yang berjalan ke arah gerbang dengan berkacak pinggang. Dalam hati aku bertanya siapakah gerangan cowok yang wajahnya seperti pangeran dalam dongeng ini?” (halaman 3)

Cewek itu, Lintang, seketika jatuh cinta. dalam waktu singkat, ketampanan satpam baru itu telah menjadi trending topic di sekolah Lintang. Teman sekelas Lintang, Virna, juga naksir sang sekuriti yang teridentifikasi bernama Febri. Cewek-cewek lain di sekolah pun sama saja, mereka mendadak menjadi penggemar Febri. Lintang tentu tak mau kalah, ia berjuang sekuat tenaga untuk merebut perhatian Febri, mulai dari membuatkan kue brownies yang sebagian besar ditangani mamanya, sampai menawari Febri tempat kos di paviliun rumahnya. Ketika itu, Febri sedang bermasalah dengan tempat tinggalnya. Akhirnya Febri menyewa paviliun itu, sekamar dengan seorang cowok yang sudah lebih dulu tinggal, Faundra. Cowok itu merasa tak nyaman karena harus sekamar dengan Febri. Faundra sebenarnya naksir Lintang, tapi Lintang selalu jutek padanya.

Kebahagiaan Lintang tinggal dekat dengan Febri harus musnah ketika beberapa kali gagal dengan rencana jalan barengnya. Puncaknya adalah ketika Virna mendeklarasikan diri sebagai pacar Febri. Namun ternyata, Febri yang ganteng itu bukanlah orang baik-baik. Ia adalah perampok yang kerap melakukan pencurian. Utangnya di beberapa tempat pun tak sedikit. Ketika rumah Lintang kosong karena semuanya pergi ke rumah sang nenek, Febri melakukan aksinya. Ia membekap Faundra yang kebetulan ada di paviliun. Ia menggasak semua perabotan rumah tangga―kulkas, kompor gas, sofa, almari, televisi―dan membawanya kabur dengan mobil pick up. Lintang pun gigit jari, cintanya kandas dengan amat mengenaskan.

Cerita yang ditawarkan novel ini sebenarnya sangat biasa. Kejutan yang disiapkan penulis―Febri yang ternyata garong―menuai ledakan yang kecil saja, bahkan seperti tak terasa. Kelebihan novel ini adalah pada komedi dan lelucon yang hadir sepanjang halaman pertama sampai terakhir. Saya tak keberatan untuk ngakak saat membaca narasi atau dialog yang ditulis. Saya berikan contohnya berikut ini.

“Nenek adalah salah satu wanita yang paling mengerti jiwa muda. Bahkan nenek masih suka pakai high heels dan kaos kaki berenda kalau lagi hang out sama temen-temennya.” (halaman 20)

“Oke, potongan harga. Masing-masing 50 saja.”

“Nggak, deh, makasih.”

“25 ribu saja.”

“No, thanks.”

“5 ribu saja.”

“Deal.” (halaman 51)

“Buatku, Faundra cuma cinta monyet masa SMP. Sekarang aku sudah SMA, dan cintaku pada Febri berada setingkat di atas cinta monyet, berarti cinta gorila?” (halaman 15)

Well, novel ini cukup asyik dinikmati saat galau dan tidak ada kerjaan. Jangan lupa membawa wajan untuk menutupi muka panjenengan ketika tertawa-tawa sendiri.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s