Mudahnya Menghafal Qur’an

10007951_bc499162-d3d3-11e4-873e-1a9d4908a8c2
sumber gambar: Tokopedia

Judul Buku : 9 Langkah Mudah Menghafal Al-Qur’an
Penulis : Majdi Ubaid Al-Hafizh
Penerjemah : Ikhwanuddin, Rahmad Arbi
Penerbit : Aqwam
Cetakan : I, Oktober 2014
Tebal : 224 halaman
ISBN : 978-979-039-331-8

“Sembilan puluh persen faktor penentu keberhasilan menghafal qur’an adalah mental (psikologis), sisanya ditentukan keterampilan, ketekunan dan manajemen.”

Banyak orang menciptakan berbagai alasan untuk tidak menghafal qur’an meski mereka mengetahui keutamaannya. Mengapa? Karena iblis telah meracuni pikiran dan hati manusia agar jauh dari kitab Allah. Alasan-alasan seperti sudah tua, tidak ada waktu, daya ingat lemah, itu semua hanyalah tipu daya iblis agar kita merasa bahwa menghafal Qur’an itu pekerjaan yang sangat berat dan mustahil untuk kita lakukan.

Padahal Allah telah berfirman bahwa Dia memudahkan Qur’an bagi siapa saja yang hendak mempelajarinya (termasuk menghafalnya)! Mengapa kita lebih percaya iblis ketimbang Allah?

Sekarang, kita harus menambah keyakinan kita untuk berani menghafal qur’an dengan beberapa langkah yang dipaparkan penulis. Langkah-langkah dalam buku ini sangat realistis dan sangat mungkin untuk kita lakukan.

Langkah pertama, tanamkan dulu kerinduan, kecintaan, dan keinginan yang menyala-nyala untuk menghafal Qur’an. caranya adalah dengan mengetahui kedudukan al-Qur’an dan merasakan keagungan pahala menghafal al-Qur’an.
Al-Qur’an adalah kitab yang memiliki banyak kedudukan mulia. Di antara banyak kedudukan kitab ini yaitu sebagai kitab petunjuk, sebagai obat bagi segala penyakit fisik maupun psikis, al-Qur’an sebagai cahaya, berisi kabar tentang segala sesuatu, perkataan yang paling baik, dan kitab yang penuh hikmah.

Menghafal Quran mamiliki sangat banyak keagungan bagi yang menjalaninya. Menghafal sebagai sarana taqarrub kepada Allah, para penghafal adalah ahlullah, keluarga Allah di bumi, akan mendapat derajat yang tinggi di surga, berkumpul dengan para malaikat, dan akan mendatangkan keberkahan di rumah.

Dengan mengatahui segala keagungan menghafal qur’an, masihkah kita ragu untuk memulainya?

Langkah kedua yakni memupuk ikhlas, tawakkal dan doa. Demi Allah, seseungguhnya urusan niat bukanlah perkara sepele. Jika niat kita menghafal bukan karena Allah, sia-sialah semua usaha kita. Maka sebelum menghafal Qur’an, berniatlah untuk dapat memandang wajah Rabb kita, Allah ‘azza wa jalla. Insya Allah, pertolongan-Nya akan selalu hadir dalam perjalanan kita.

Langkah ketiga, janganlah banyak beralasan. Kita yang bertanggung jawab atas diri kita sendiri. semua alasan yang sering kita buat untuk menghindari al-qur’an akan membawa kesengsaraan yang berlarut-larut pada diri kita. Padahal, Al-Qur’an adalah sumber dan sebab kebahagiaan di dunia dan akhirat. Tentu sebagai orang yang berpikir, kita tak mau menjauhi sebuah hal membawa kebahagiaan di dunia dan akhirat, bukan? Maka mulai saat ini, buanglah semua alasan yang mencegah kita untuk muai menghafal Qur’an. tak ada lagi ‘tak ada waktu’, sudah tua, ingatan lemah, atau bahkan merasa diri saya tak pantas untuk menghafal, dan kata-kata lain yang bernada pesimis.

Langkah keempat, menguatkan diri dengan kata-kata positif. Berhentilah menciptakan bisikan-bisikan negatif kepada diri sendiri. sudah terlampau banyak hal negatif yang diri kita dengar dan yakini, kini saatnya menyuntikkan hal-hal optimis kepada diri kita. Tanamkan dalam benak dan keyakinan, bahwa kita bisa menghafal qur’an apa pun keadaan kita. Tua bukan masalah, kita bisa menghafal lebih baik dari anak-anak muda jika yakin, kecerdasan bukan faktor utama, berhentilah merasa bodoh dan lemah ingatan. Semua itu adalah keyakinan fiktif yang melemahkan semangat kita.

Mulailah belajar bahasa positif. Anda tahu mengapa ingatan kita lemah? Sebabnya, kita merusak nikmat yang telah Allah berikan kepada manusia, yaitu otak. Otak, harus kita sadari, adalah anugerah terbesar bagi manusia. otak memiliki keajaiban-keajaiban yang bahkan hingga hari ini belum terkuak seluruhnya. maka adalah suatu kekufuran jika Anda meragukan kemampuan otak Anda sendiri. Sadari itu, otak kita memiliki trilyunan sel saraf yang geraknya lebih cepat dari cahaya. Jangan meremehkan kemampuan otak Anda sendiri! buatlah ia bekerja maksimal dengan menyuntikkan kalimat-kalimat positif.

Langkah kelima ialah menciptakan rasa rileks dan suasana belajar yang ideal. Sebelum mulai menghafal, lakukanlah relaksasi sehingga pikiran kita tenang dan memasuki gelombang alfa. Bernafaslah yang dalam selama beberapa menit. Latihan ini akan membuat diri dan otak kita rileks dan siap menghafal.

Langkah keenam, lakukanlah visualisasi. Bayangkan diri anda ketika berhasil mengkhatamkan hafalan Qur’an. bayangkan ketika Allah memanggil Anda dan menyuruh naik dan membaca hafalan dengan tartil, bayangkan pahala-pahala yang akan kita terima karena menghafal Qur’an seumur hidup kita.

Lakukanlah visualisasi ini setiap hari sebelum sesi menghafal, sebelum tidur dan setiap selesai shalat. Waktu-waktu tersebut sangat baik untuk menanamkan visualisasi positif ke alam bawah sadar kita, sehingga kita akan merasa lebih baik dan bersemangat.

Langkah ketujuh, optimalisasi panca indera. Hafalkanlah al-Qur’an baris demi baris. Letakkan mushaf di sisi kiri wajah kita, karena itu sangat membantu untuk mudah mengingat. Bayangkan pula ayat-ayat tersebut dalam bentuk tiga dimensi. Rasakan makna yang terkandung di dalamnya.

Langkah kedelapan, murajaah (pengulangan).

“Al-Qur’an lebih mudah lepas daripada lepasnya unta dari tali kekangnya.”

Muraja’ah, atau takrir dalam istilah lain, adalah rahasia mengapa teman-teman kita di sekolah, kuliah memiliki nilai serta pemahaman yang baik pula.

Lakukanlah pengulangan hafalan kita satu jam setelah menghafal, satu hari, satu pekan, satu bulan dan tiga bulan setelah menghafal. Kita juga dapat mengulang di waktu berkendara, saat shalat, saat pulang bekerja, dalam salat sunnah dan tahajud, setiap waktu, sebelum dan sesudah bangun tidur. Murajaah akan semakin menguatkan hafalan kita dan sekaligus membimbing kita untuk senantisa berzikir dengan Al-qur’an.

Mengapa muraja’ah sangat penting? Karena 80% pengetahuan yang kita dapatkan akan hilang dalam waktu satu jam. Ketika kita selesai menghafal otak kita akan berpikir bahwa apa yang barusan kita hafal usai juga, padahal tidak demikian. Maka dari itu, muraja’ah bertujuan melatih otak agar selalu menganggap bahwa mengingat-ingat apa yang baru kita hafal adalah penting. Juga, agar hafalan kita masuk ke dalam memori jangka panjang.

Ketika kita merasa tak punya banyak waktu untuk mengulang hafaan kita karena sibuk, kita bisa memanfaatkan rekaman bacaan dari para syaikh. Untuk surat-surat yang banyak memiliki kemiripan, gunakan murottal dari qori yang berbeda. ini akan membuat kita aware terhadap ayat-ayat yang mirip-mirip tersebut. Lakukanlah muraja’ah dalam hati, lama-kalamaan, suara qori yang melantunkan murattal akan merasuk ke dalam ingatan jangka panjang kita.

Langkah kesembilan, menentukan tujuan dan menyusun rencana. Keberhasilan seseorang dalam apa saja bergantung salah satunya pada bagaimana ia merencanakan. Kita yang hendak menghafal Kitab paling agung tentu lebih dituntut punya rencana juga. jika tak memiliki rencana, langkah kita bisa tak tentu arah. Jika tak memiliki target, mungkin selamanya kita tak akan berhasil menghafal Qur’an.

Hal pertama untuk membuat rencana, tuliskan tujuan kita dengan kata-kata positif, ini berfungsi untuk afirmasi. tuliskan juga dengan keterangan waktu ‘sekarang’. Buang jauh-jauh kata ‘akan’ karena akan menjadi ‘akan’ untuk selama-lamanya. Tuliskan juga mengapa kita menginginkan sampai kepada tujuan itu, mengapa kita ingin menghafal Qur’an. ukur pula kemampuan kita, secara logis dan rasional. Buatlah target yang bisa kita penuhi, misalnya, khatam menghafal dalam jangka waktu 30 bulan, berarti satu bulan satu juz.

Tentukan pula batas waktunya. Jika kita menargetkan 30 bulan, maka tuliskan tenggat keberhasilan kita, 30 bulan dari sekarang. Selain itu, hal penting agar tujuan menghafal kita terlaksana, keinginan untuk menghafal itu harus muncul dari dalam diri sendiri, bukan karena kepepet keadaan atau tekanan orang lain.

Ingat juga untuk menuliskan faktor-faktor pendukung beserta hambatan kemudian tuliskan solusinya. Jangan lupakan untuk tetap berkomunikasi dengan lingkungan sekitar, maksudnya, walau kita sedang sibuk menghafal, tapi kegiatan sosial tetap berjalan sebagaimana biasa.

Buku yang ditulis oleh praktisi seminar menghafal Qur’an ini saya rekomendasikan bagi siapa saja yang ingin menjadi penghafal Qur’an. ini adalah buku bagus untuk membuka hati kita terhadap Al-Qur’an dan berisi metode menghafal secara modern.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s