Menghafal Qur’an Cara Cepat

rumah buku islam
sumber gambar: rumahbukuislam.com

Judul Buku : 9 Cara Cepat Menghafal Al-Qur’an (edisi revisi)
Penulis : H. Sa’dulloh, S.Q.
Penerbit : Gema Insani
Cetakan : I, April 2011
Tebal : 122 halaman
ISBN : 978-979-077-253-3

“Sebaik-baik kamu adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (Hadist)

Al-Qur’an adalah sebuah Kitab yang diperuntukkan bagi umat Islam, yang dipilih Allah sebagai umat terbaik di antara umat-umat lainnya. sudah menjadi kewajiban bagi umat Islam untuk menomorsatukan Al-Qur’an: membacanya, menghafalnya, dan mengamalkannya.

Al-Qur’an memiliki banyak keistimewaan yang menjadikannya Kitab penyempurna, dan terjaga hingga hari kiamat. Tidak ada kitab lain yang mendapat lebih banyak perhatian dari Al-Qur’an. Al-Qur’an adalah kitab yang paling banyak dibaca, dihafal dan dipelajari kandungannya. Susunan redaksi dalam Al-Qur’an sangat teratur dan sempurna, apalagi kandungannya. Al-Qur’an juga dapat memenuhi semua tuntutan kemanusiaan yang tak lekang oleh zaman, bahkan selalu aktual. Tak hanya diturunkan kepada manusia, Al-Qur’an juga diperuntukkan bagi bangsa jin. Al-Qur’an merupakan obat paling mujarab untuk mengatasi semua problema umat, keresahan hati, dan mengandung berbagai mukjizat.

Keutamaan orang yang membaca Al-Qur’an sejalan dengan keistimewaannya. Ada beberapa ayat dalam Al-Qur’an dan hadist yang menerangkan hal ini. Seperti firman Allah dalam surat Faathir ayat 29-30: Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Al-Qur’an dan melaksanakan shalat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi, agar Allah menyempurnakan pahalanya kepada mereka dan menambah karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Mensyukuri.

Disebutkan pula keistimewaannya dalam hadis-hadis sebagai berikut:

“Siapa yang menyibukkan diri dengan Al-Qur’an dan berzikir kepada-ku (sehingga lupa) tidak meminta kepada-Ku, maka akan Aku berikan yang lebih baik dari yang Aku berikan kepada orang-orang yang meminta. Keutamaan Kalam Allah dibandingkan dengan yang lainnya laksana keutamaan Allah dibandingkan dengan para makhluk-Nya.” (HR. Tirmidzi)

“Barangsiapa membaca satu huruf dalam Al-Qur’an, dia akan memperoleh satu kebaikan. Dan kebaikan itu akan dibalas sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan ‘alif lam mim’ itu satu huruf, tetapi alif satu huruf. Lam satu huruf, dan mim satu huruf.” (HR. Tirmidzi)

Selain membaca Al-Qur’an, umat Islam pun seyogyanya memiliki komitmen untuk dapat menghafalnya. Banyak sekali faedah dan keutamaan menghafal Al-Qur’an, di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Orang yang menghafal Al-Qur’an akan dikaruniai ingatan yang tajam dan pemikiran yang cemerlang
2. Menghafal Al-Qur’an adalah bahtera ilmu.
3. Penghafal Al-Qur’an akan memiliki rasa sastra yang tinggi, karena bahasa Al-Qur’an sangat memikat dan disusun dalam sastra Arab tingkat tinggi.
4. Jika diamalkan dengan sungguh-sungguh seumur hidup, akan membawa kebahagiaan dunia hingga akhirat.

Menghafal Al-Qur’an adalah sebuah pekerjaan agung yang tentu memerlukan syarat. Al-Qur’an adalah kitab yang Karim, mulia, maka tentu saja, para penghafalnya juga memiliki sifat-sifat mulia. Ikhlas salah satunya. Niatkanlah menghafal hanya untuk mengharap ridho Allah. Jadi, tidak ada sama sekali keinginan untuk mendapat perhatian dari makhluk. Abaikan orang lain dalam niat kita. Murnikanlah hanya untuk Allah semata.

Syarat berikutnya yaitu mempunyai kemauan yang kuat. Tanpa hal itu, menghafal tiga puluh juz atau 114 surat atau 6.666 ayat akan terasa sangat berat. Maka ringankanlah dengan memiliki kemauan kuat untuk dapat menghafal Al-Qur’an.
Disiplin dan Istikamah merupakan syarat selanjutnya, baik dalam menambah maupun mengulang hafalan. Manfaatkan waktu dengan bijaksana. Ingatlah, bahwa umur manusia adalah kesia-siaan kecuali dipakai untuk beramal saleh, salah satunya adalah disiplin menghafal Al-Qur’an.

Agar proses menghafal kita lancar, pergilah kepada guru yang tepat. Hendaknya para penghafal Al-Qur’an memperhatikan kriteria guru yang tepat, yaitu hafal 30 juz, memiilki nasab ilmu yang sampai kepada Rasulullah, berakhlakul karimah, dan tak bosan memberikan kita nasihat.

“Ilmu itu agama, maka perhatikanlah orang-orang yang hendak kalian ambil agamanya.” – Annas bin Malik (hal. 32)

Sebelum memasuki proses menghafal, ada baiknya kita mempersiapkan diri dengan baik terlebih dahulu agar diberikan kelancaran. Pertama, betulkanlah dulu bacaan kita. Jika kita masih berkutat dengan pembetulan bacaan ketika sudah mulai menghafal, maka akan sangat merepotkan dan membutuhkan waktu menghafal yang lebih panjang.

Gunakanlah satu saja mushaf Al-Qur’an. hal itu akan memudahkan otak kita dalam mengingat letak dan susunan huruf dalam Al-Qur’an. Pakailah mushaf standar Saudi, yaitu mushaf rosm Utsmani.

Menghafal adalah pekerjaan yang tak mudah, maka persiapkan kondisi fisik dan pikiran yang sehat. Besar kemungkinan orang dengan kesehatan yang bagus akan lebih mudah mengatur kondisi tubuhnya agar tetap bersemangat dalam menghafal. Namun tak berarti orang yang punya penyakit tak bisa menghafal. Sekali lagi, kesehatan hanyalah faktor pendukung dalam usaha menghafal.

Agar hafalan kita tak terbengkelai, tentukan target berapa lama kita akan mengkhatamkan hafalan. Misalnya menghafal satu lembar per hari, membaginya per surat, menghafalnya per 1/8 juz (tsumun) atau menghafal beberapa ayat per hari. Kemampuan menghafal seseorang tentu hanya orang itu yang tahu.
Untuk metodenya sendiri, penulis menjabarkan 9 cara agar kita cepat dalam menghafal.

Cara pertama adalah dengan memahami makna ayat sebelum dihafal. Lalu cara kedua dengan mengulang-ulang membaca mushaf. Hal ini dapat kita lihat dalam kasus surat Yaasin. Tanpa kita sadari, kita akan hafal surat tersebut karena mengulang membacanya setiap malam.

Cara ketiga ialah mendengarkan bacaan orang yang lebih ahli. Shalat berjamaah bisa menjadi ajang bagi kita menghafal Al-Qur’an. dengan mendengarkan bacaan para imam, otak kita akan lebih sering merekam bacaan tersebut. Cara selanjutnya yaitu sering menuliskan ayat-ayat Al-Qur’an.

Cara kelima adalah memperhatikan ayat-ayat yang mirip atau serupa. Cara keenam yaitu mengulang-ulang hafalan sendiri, dengan waktu khusus, misalnya satu jam setiap hari. lalu mengulangnya dalam salat, yang menjadi cara ketujuh. Cara cepat terakhir adalah mengulang-ulangnya bersama orang lain, baik berdua atau ramai-ramai. Untuk menjaga hafalan, seorang penghafal harus disiplin dalam mengulang-ulangnya setiap hari (takrir). Apalagi jika sudah khatam 30 juz, tentu harus lebih disiplin lagi.

Buku edisi revisi ini juga dilengkapi tabel dan jadwal menghafal maupun takrir yang bisa dipakai untuk melancarkan proses menghafal kita.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s