Peringatan Dini Bagi Para Istri

Cover Dosa-Dosa Istri yang Dibenci Allah Sejak Malam PertamaJudul Buku : Dosa-Dosa Istri Yang Paling Dibenci Allah Sejak Malam Pertama
Penulis : Masykur Arif Rahman
Penerbit : Diva Press, Yogyakarta
Cetakan : I, Januari 2015
Tebal : 224 halaman
ISBN : 978-602-279-140-9
Harga : Rp 35.000
Nasib sebuah rumah tangga, apakah akan menjadi surga atau neraka, tergantung pada sang istri. Istri yang berpegang teguh pada syariat adalah penyejuk mata bagi suami dan anak-anaknya. Dia adalah orang yang selalu ada untuk memenuhi kebutuhan keluarga akan kasih sayang dan kebutuhan lain yang sudah menjadi kewajiban seorang istri.

Kedudukan suami sangat mulia dalam rumah tangga. Nabi menegaskan dalam sebuah hadist, “Andai boleh kuperintahkan seseorang untuk bersujud kepada yang lain (selain Allah), tentu kuperintahkan seorang istri untuk bersujud kepada suaminya.” Ini membuktikan bahwa hak suami atas istri sangatlah besar (hal. 47).
Walaupun begitu, Allah juga menjanjikan surga bagi istri yang taat pada suaminya. Istri salihah boleh memasuki surga dari pintu mana saja yang ia kehendaki. Bisa dibilang, menjadi istri (yang salihah) adalah jalan paling istimewa dalam meraih surga Allah.

Untuk menjadi istri salihah, seorang wanita dituntut memahami hak-hak suami. Sang istri harus mengerti batasan-batasan yang tidak boleh bahkan haram dilampaui oleh seorang istri agar terhindar dari murka dan siksaan Allah. Banyak jalan bagi seorang istri meraih surga, sekaligus juga sangat rentan mendapat murka dan siksa Allah (hal. 5).
Buku ini membahas secara lengkap hal apa saja yang bisa mengundang murka Allah pada seorang istri. Ada 57 macam dosa istri yang dipaparkan buku ini, dari yang paling ‘ringan’ seperti tidak minta izin ketika keluar rumah, hingga yang paling berat yaitu membunuh suami.

Setelah menikah, istri sepenuhnya milik suami. Nabi pernah bersabda bahwa yang paling berhak atas diri seorang wanita adalah suaminya dan bukan lagi orangtuanya (hal. 47). Maka sudah menjadi kewajiban istri untuk mendahulukan kepentingan suami di atas kepentingan orangtua.

Seorang istri harus ingat bahwa tujuan utama pernikahan adalah menambah keimanan dan ketakwaan pada Allah (hal. 90). Ia seyogyanya berhati-hati agar tidak melakukan hal-hal yang bisa menyakiti suami. Buku ini bisa jadi pengingat agar istri bisa menjauhi kemungkinan yang tidak diinginkan tersebut.

Dimuat Kabar Probolinggo, Rabu, 11 Maret 2015.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s