Panduan Membangun Karir Cemerlang

Judul Buku : Career First, Melangkah Pasti ke Dunia Kerja
Penulis : Maya Arvini
Penerbit : Gagasmedia
Cetakan : I, 2014
Tebal : xvii + 202 halaman
ISBN : 978-979-780-723-8
Harga : Rp 53.000

Buku ini merupakan satu dari sekian banyak buku yang ditulis oleh ekspatriat yang sukses di usia muda. Maya Arvini merupakan lulusan Universitas Indonesia yang memiliki karir cemerlang di IBM dan Microsoft Indonesia. Di buku ini Maya berbagi banyak hal penting yang perlu dipelajari oleh mereka yang ingin berhasil membangun karir di perusahaan.
Menurut Maya, modal awal untuk sukses dalam dunia karir adalah diri sendiri. Kita harus mengenal sebanyak mungkin tentang diri sendiri dulu untuk melihat potensi serta menentukan langkah-langkah strategis untuk mencapai sasaran dalam karir (hal. 49). Untungnya, setiap orang telah dibekali lima macam kecerdasan yang berguna untuk mendukung pencapaian kesuksesan. Kecerdasan-kecerdasan tersebut harus diasah setiap hari agar semakin berfungsi dengan baik (hal. 29).
Kita harus memutuskan untuk memegang kendali atas hidup kita sendiri. Dengan begitu, kita akan tergerak untuk selalu mencari ke arah mana kita akan berjalan (hal. 25). Mengetahui bakat (talent) dan passion termasuk salah satu cara jitu untuk memulainya. Setelah memahami dua hal itu, kita bisa tahu apa life interest kita, hal paling menarik dalam hidup yang ingin diperjuangkan (hal. 34).
Setelah terjun ke dunia kerja, kita harus setia menjaga integritas, yang oleh Maya didefinisikan sebagai konsistensi sikap dan perilaku, bisa diandalkan, dan memiliki komitmen yang tidak mudah luntur. “Integritas adalah salah satu kunci sukses,” tulisnya (hal. 53). Unsur-unsur yang menyusun integritas seseorang adalah profesionalisme, yaitu menuntaskan segala tugas dan kewajiban, serta loyalitas terhadap profesi dan keinginan untuk berkontribusi (hal. 57).
Mengenai komitmen, setelah kita diterima bekerja di sebuah perusahaan, maka kita dituntut memiliki komitmen terhadap perusahaan. Komitmen yang kuat akan mendorong seseorang untuk bertanggung jawab atas peran, menghasilkan kinerja yang baik dan tampil meyakinkan di mana pun berada (hal. 96).
Selain integritas, networking merupakan kunci lain yang sangat menentukan dalam menjalani kerasnya kehidupan di dunia kerja. Networking adalah soft skill penting yang seharusnya diasah sejak masa sekolah karena berhubungan dengan kecerdasan emosi. Lalu bagaimanakah caranya? “Menjalin relasi dengan siapa saja tanpa didasari pamrih,” ungkap Maya membeberkan rahasia suksesnya membangun jaringan (hal. 63). Di samping itu, agar network awet, maka hubungan yang terjalin harus bersifat mutualisme dan saling menghargai (hal. 68).
Dalam upaya mencapai kerjasama yang bagus dengan pihak lain, kita terkadang dituntut melakukan usaha lebih. Maya mencontohkan keberhasilannya menjalin relasi yang menguntungkan dengan klien. Dia mencari tahu dengan detail curriculum vitae calon kliennya hingga informasi terkini mengenai perusahaan tempat klien berasal. Dengan demikian, klien akan memiliki respon positif mengenai kita dan perusahaan (hal. 152).
Sementara untuk mewujudkan hasil kerja yang terbaik, maka kita harus mengeluarkan inisiatif dan kreativitas yang terbaik pula (hal. 150). Seringkali, demi dapat menyajikan kinerja yang melebihi harapan, kita akan mengorbankan waktu di luar jam kerja. “Semua itu memang membutuhkan kerja keras, tapi saat terjun di dalamnya, maka kita akan merasakan adrenalin mengalir saat ditantang untuk mengeluarkan yang terbaik!” (hal. 149).
Buku ini juga membahas bagaimana mengatasi office politics yang sering dilakukan oleh mereka yang menginginkan sukses jalan pintas. Mencermati pola agar tidak terperangkap merupakan satu cara menghadapi politik di kantor. Selanjutnya, belajar menerima dan bersikap santai juga dapat dipraktikkan agar kita tak down oleh ulah kolega yang ahli dalam permainan politik kaum eksekutif (hal. 121).
Kondisi yang dinamis dan tak menentu dapat menambah tekanan hingga mengakibatkan stres. Untuk itu, Maya sangat menyarankan agar kita mencari mentor yang bisa dimintai saran dan advice tentang pekerjaan. Memiliki beberapa mentor dalam berbagai bidang akan membantu kita mendapatkan pengetahuan dan dukungan moral yang tak ternilai (hal. 132).
Kita juga dapat membentuk aliansi dengan beberapa orang yang bisa dipercaya dan diandalkan, yang berasal dari level mana saja. “Membangun aliansi artinya membangun lingkaran kerja yang positif, yang akan mendorong untuk terus maju”. Aliansi bisa sewaktu-waktu berfungsi sebagai sekutu ketika menghadapi office politics (hal. 127).
Buku ini sangat cocok dibaca para pemula dalam dunia kerja agar punya persiapan menghadapi tantangan yang semakin tinggi. Sayangnya, motivasi yang disampaikan masih terasa ‘berat’ karena Maya banyak memberi contoh ketika dia sudah berada di posisi high level, dan kurang membidik pembaca yang tidak memiliki kemampuan sebaik dirinya.

Dimuat di Majalah Luar Biasa edisi Desember 2014

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s