Mengukir Senyum di Wajah Allah

Judul Buku : Amalan-Amalan Wanita yang Paling Disenangi Allah dan Nabi
Penulis : H.M. Amrin Ra’uf
Penerbit : Sabil, Yogyakarta
Cetakan : I, November 2014
Tebal : 221 halaman
ISBN : 978-602-255-711-1
Harga : Rp 35,000

Amalan apakah yang mampu membuat Allah dan Nabi merasa senang? Buku ini akan membahasnya, amalan terbaik yang bisa mengantarkan seorang wanita muslimah mendapatkan lebih banyak cinta dari Allah dan Nabi. Salah satunya yaitu salat sunah. Tahajud, dalam sebuah hadis pernah dikatakan sebagai salat yang paling utama setelah salat fardhu. Salat yang didirikan setelah bangun tidur malam ini memang terkenal karena keutamaannya yang luar biasa.
Nabi bahkan tidak pernah meninggalkan tahajud selama hidupnya. Jika seorang wanita mampu istiqamah sebagaimana Nabi, Allah takkan segan memberikan karunia yang berlimpah kepadanya. Dalam buku ini disebutkan sebagian keutamaan salat yang disebut juga qiyamul lail ini. Beberapa di antaranya, memperoleh pertolongan Allah untuk semua permasalahan hidup, menghindarkan diri dari ketergantungan pada makhluk, dianugerahi hati yang tenang dan lembut serta diberikan cahaya dalam kubur (hal. 63-75).
Amalan selanjutnya yaitu salat Dhuha. Salat satu ini sangat bermanfaat dalam rangka menarik rezeki. Setelah melaksanakan salat Dhuha, sangat dianjurkan untuk membaca surat al-Waqi’ah agar keutamaannya semakin terasa (hal. 95).
Salat lain yang tak kalah penting adalah salat Hajat, Rawatib dan Taubat. Ketiga jenis salat ini sebisa mungkin dijaga dengan istiqamah agar hidup terasa nyaman dan hati kian tenang. Ketiganya juga menyimpan hikmah yang luar biasa.
Amalan lain selain salat yang begitu bernilai adalah istiqamah mendaras al-Qur’an. Orang yang disiplin melaksanakannya setiap hari, akan diberikan pahala yang sangat besar di sisi Allah. Dia juga akan ditempatkan bersama malaikat di Surga serta diibaratkan bagaikan buah utrujjah, yang wangi dan manis. Selain itu, Allah akan mengangkat derajatnya di dunia hingga akhirat. Dan jangan lupa, al-Qur’an dapat pula memberi syafaat pagi pembacanya di hari kiamat (hal. 165-173).
Puasa menjadi amalan selanjutnya yang juga sangat bermanfaat. Kita dapat mencoba merutinkan puasa Senin Kamis. Puasa ini telah terbukti menjadi jalan sukses dalam meraih cita-cita. Prof. Dr. Ir. Amin Aziz, pendiri Bank Muamalat mengaku telah puluhan tahun rutin berpuasa Senin-Kamis. Ia merasakan betul bahwa ibadah satu ini sangat berdampak positif dalam kehidupan dan pekerjaannya (hal. 180).
Puasa Daud juga sangat disenangi oleh Allah. Nabi pernah bersabda bahwa seutama-utamanya puasa adalah puasa a la Nabi Daud ini, yaitu dengan sehari puasa dan sehari berbuka. Puasa ini memiliki beberapa manfaat yang sangat positif yaitu terpeliharanya diri dari kemaksiatan dan dianugerahi ilmu pengetahuan yang istimewa dari Allah (hal. 183, 185).
Puasa lain yang memiliki keutamaan besar adalah puasa hari ‘Asyura dan Arafah. Puasa ‘Asyura merupakan puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan. Sedangkan puasa Arafah memiliki manfaat untuk menghapus dosa setahun sebelum dan sesudahnya (hal. 187, 193).
Satu ibadah yang kelihatannya sepele namun menyimpan keutamaan luar biasa adalah istiqamah menjaga wudhu. Seseorang yang selalu dalam keadaan suci, akan dijaga dari gangguan setan dan diampuni dosa-dosanya, yaitu dosa-dosa kecil dan dosa antara dua waktu shalat. Ketika seseorang berwudhu, maka seluruh kotoran dan dosa dalam dirinya akan ikut keluar bersama tetesan-tetesan air wudhu (hal. 15-26).
Bershadaqah dan berzikir menjadi amalan terakhir yang dibahas buku ini. shadaqah mampu menghalangi bencana serta dapat memperpanjang umur. Dengan bershadaqah, harta yang kita miliki takkan berkurang tapi bertambah, karena setiap kebaikan yang kita lakukan, akan dibalas dengan 10 kebaikan (hal. 217). Shadaqah dapat menjadi salah satu jalan paling utama menuju kesejahteraan finansial. Sedangkan dengan berzikir secara istiqamah, Allah akan mengingat kita, dan memberi hati yang senantiasa hidup. “Perumpamaan orang yang menyebut nama Tuhannya dengan yang tidak menyebut nama-Nya, laksana orang hidup dengan orang mati” (hal. 204).
Buku ini dilengkapi tata cara melakukan ibadah-ibadah tersebut. Akan tetapi, lebih baik jika hanya dicantumkan surat yang dibaca, wirid dan doa khususnya saja. Tidak perlu mencantumkan bacaan iftitah, sujud atau ruku’ yang sebagian besar pembaca sudah mafhum sehingga tak memakan halaman yang cukup banyak.
Pada buku ini juga terdapat halaman yang diulang serta halaman kosong. Hal ini dapat membuat pembaca bingung dan membuat kertasnya mubazir. Namun, buku ini sangat baik dibaca sebagai panduan praktis untuk mendisiplinkankan diri melakukan amalan yang disukai Allah dan Nabi.

Dimuat di Harian Bhirawa, edisi 19 Desember 2014
http://harianbhirawa.co.id/2014/12/mengukir-senyum-di-wajah-allah/#

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s