Mau Jadi Penulis Brilian? Ini Rahasianya

Judul Buku : Be a Brilliant Writer
Penulis : Afifah Afra
Penerbit : Gizone Books, Surakarta
Cetakan : I, Oktober 2011
Tebal : 272 halaman

Buku ini merupakan versi remake dari buku How to Be a Smart writer, yang juga ditulis Afra. Setelah disesuaikan dengan perkembangan zaman, buku ini jadi terasa lebih segar dan seperti baru.
Afra mengingatkan bahwa penentu sukses atau tidaknya kita, adalah bergantung dari kitanya sendiri. Maka di bab awal, Afra menulis cerita tentang jejak kepenulisannya, yang dimulai sejak dia kecil. Waktu SD, dia sudah membaca kho ping ho, enyd bliton, dickens, dan wiro sableng. Buku-buku itu dibawa bapaknya hasil pinjam di perpustakaan. Dia juga dianugerahi kunci perpustakaan sekolah tempat bapaknya ngajar. Praktis, Afra punya tabungan bacaan yang kaya sekali.
Berbekal rasa suka pada bacaan, dia punya inisiatif bikin cerita sendiri. jadilah dia menulisi buku-buku tulisnya dengan cerita silat, yang hasilnya dibaca saudara-saudaranya.
Karirnya menulis fiksi beneran dimulai ketika cerpennya terpilih untuk dibaca di RRI saat Afra masih SMP.
Di sma, untuk pertama kali karya puisinya dimuat Anita cemerlang, yang membuatnya semakin gokil menulis dan mengirim karya. Namun, kegiatannya itu tak pernah ia beberkan di muka umum.
“tampaknya, seluruh persada sma saya bahkan tak menyadari, seorang penulis telah lahir di sana..” (hal. 24). Ini salah satu kalimat yang sangat saya suka 
Titik baliknya dalam dunia menulis adalah ketika di tahun 2000 Afra nekat menembus gerimis demi hadir dalam acara bedah buku karya Izzatul Jannah di Semarang.
Di sana, dia mendapat kejutan karena bertemu editor Syamil, Halvini Berry yang berniat menerbitkan kumcernya. Ternyata Mbak Helvy sudah mengoper cerpen-cerpen yang dia kirim ke Annida ke redaksi Syamil. Halvino Berry meminta Afra untuk menulis lima cerpen lagi demi mencapai tebal buku yang ideal. Afra tentu saja sangat surprised. Tapi akhirnya dia menyanggupi dan ajaibnya, dia bisa menyelelesaikan cerpen-cerpennya dalam tempo yang tidak lama (hal. 29).
Di bagian awal buku ini, Afra tidak hanya menyelipkan cerita seputar proses kepenulisannya, tapi juga beberapa motivasi yang berkaitan dengan tujuan kita menulis.
Sebelum kita mau benar-benr serius menerjuni dunia ini, Afra menyarankan kita menentukan mengapa kita mau jadi penulis. Dia menyebutkan beberapa alasan miliknya yang mungkin dapat juga menjadi inspirasi bagi kita.
Pertama, Afra ingin pintar. Dia mengutip qoul atsar yang menyebutkan bahwa ilmu butuh diikat agar tidak berlarian. Sebab, ilmu itu bagai hewan buruan yang sangat mudah lepas. Lagipula, memori otak kita akan lebih kuat mengingat jika menuliskan apa yang telah kita pelajari.
Kedua, berdakwah lewat pena. Dia menegaskan bahwa ketika kita terbiasa menuangkan pendapat dan pemikiran kita melalui tulisan, maka pemikiran kita itu akan tersebar dengan lebih massal. Jika kita mau berdakwah, maka menulis merupakan salah satu sarana paling baik untuk itu.
Ketiga, untuk meninggalkan jejak sejarah. Afra menuliskan sebuah lelucon tentang hal ini. jika seseorang belum meninggalkan prasasti alias ‘jejak’ sejarah, maka seseorang tersebut masih dalam fase prasejarah. Seperti ketika dalam suatu daerah telah ditemukan prasasti, maka daerah tersebut telah memasuki masa sejarah. Begitu pun dengan manusia (hal. 48). Namun, Afra hanya menganalogikannya, sebab itu hanya guyon.
Apakah kita mau mati dengan meninggalkan jejak yang dapat diikuti oleh anak cucu dan orang lain? maka membuat ‘prasasti’ karya tulis adalah jawaban yang paling tepat untuk kita.
Keempat, berpikir lebih sitematis. Kata Afra, “menulis telah melatih saya untuk sistematis. Karena saat menulis kita dipaksa untuk membuat alur secara logis. Dipaksa me-manage kata, sampai membuang kata-kata yang tak perlu.” (hal. 50)
Kelima, memberikan kepuasan batin. Seseorang yang berhasil menghasilkan sebuah karya akan beroleh kepuasan dalam hati yang tak terukur dengan materi. Kebahagiaan akan melingkupi dirinya. dia merasa kebutuhan untuk aktualisasi diri telah terpenuhi. Dan menurut Maslow, kebutuhan inilah yang berada di puncak piramida kebutuhan.
Keenam, me-manage emosi. Menulis merupakan jalan positif yang mampu menyalurkan berbagai emosi dalam diri kita. Bahkan, menulis dapat dijadikan alat pembelaan terhadap kaum tertentu, atau penyampai hak-hak masyarakat. Menulis juga mampu menjadi sarana dalam menjaring persahabatan dengan sebanyak mungkin orang.
Ketujuh, menulis sarana untuk kaya. Jika kita mampu menulis buku best-seller dan artikel kita sering dimuat media, maka kita dapat berpotensi menjadi penulis yang kaya dari segi materi. Seperti kata HTR, menulis bikin kaya, barangkali ada benarnya. Lihat saja JK Rowling, atau penulis terkenal negeri ini. coba hitung berapa royalti dari buku-buku mereka. Ketika melihat angkanya, kita akan takjub. Menulis memang bisa jadi salah satu ladang uang yang subur, jika kita konsisten dan terus memperbaiki mutu tulisan kita.
Pertanyaan selanjutnya yang mungkin terbersit dalam pikiran kita. Bagaimana mewujutkan semua itu, menjadi penulis yang brilian?
Pertama kita harus pemanasan dulu. Untuk dapat menulis dengan baik, kita tentunya sudah memiliki bahan untuk ditulis, kan? Nah untuk mendapatkan bahan ini, ada beberapa hal yang wajib kita lakukan, seperti akan dijelaskan berikut ini:
1. Melatih kreativitas.
Sebagai penulis, kita harus sering-sering melakukan inovasi. Sebab inovasi inilah yang membuat tulisan kita disukai. Pikirkanlah hal-hal yang tak dipikirkan orang lain, dari sana kita dapat menciptakan sesuatu yang kreatif dan baru.
2. Banyak membaca
Ini tentu saja agenda wajib bagi penulis. Membaca ibarat tenaga dalam bagi seorang pendekar. Dengan membaca, perspektif kita terhdap sesuatu akan menjadi lebih baik dan lebih luas. Pikiran kita akan melebar dan tak sempit. Membaca juga sebagai kebutuhan rohani, sebagai nutrisi yang menyehatkan otak dan hati kita. Buatlah jadwal khusus untuk mmbaca. Anggarkan sebagian uang anda untuk membeli buku. Yakinlah bahwa membaca itu investasi yang tak bikin rugi.
3. Rajin menulis catatan harian.
Cara terbaik menjadi penulis yang baik adalah menulis. Menulis harus setiap hari, agar kemampuan kita terasah tanpa henti. Sarana buku harian atau blog bisa kita manfaatkan untuk menuliskan kisah kita sehari-hari (tentu yang menarik dan memiliki nilai sharing), atau menuliskan pandangan kita terhadap sesuatu, seseorang dan peristiwa.
Dijelaskan bahwa menulis catatan harian memiliki beberapa manfaat. Pertama mengasah sense of art kita. Ketika kita terbiasa membahasakan perasaan dan ide-ide kita, maka kepekaan kita terhadapa bahasa akan semakin baik.
Kedua, menulis catatan harian akan memperbanyak perbendaharaan kosakata yang kita miliki. Kita tentu ingin menghasilkan catatan yang tak membosankan. Maka dari itu, dengan menulis catatan setiap hari, kita akan tergerak membuka kamus demi mendapatkan kata yang baru untuk tulisan kita.
Ketiga, kita akan mempunyai catatan mengenai diri kita secara lengkap. Kita akan belajar bagaimana kita melalui proses pendewasaan dalam hidup.
Keempat, diary adalah sebuah kerja jurnalistik. Dengan mencatat apa-apa yang kita alami, kita akan memiliki sumber ide yang terbaik.
4. Berkorespondensi
Korespondensi merupakan salah satu cara asyik mendapatkan bahan menulis. Selain itu, kita juga dapat bertukar pikiran dengan orang yang berkirim surat dengan kita. Cobalah mencari sahabat pena dan kirimi surat. Usahakan orang tersebut memiliki minat yang sama dengan kita.
5. Terbuka dan Senang Diskusi
Seorang penulis seharusnya terbuka dengan siapa saja. Sebab hanya sikap terbuka yang memungkinkan kita memiliki peluang yang lebih banyak.
Cara agar kita jadi orang yang terbuka ialah senang berdiskusi. Dengan berdiskusi, kita akan mengasah obyektivitas daripada subyektivitas. Hal itu akan memperkuat empati dan penerimaan kita terhadap orang lain.
6. Melihat lebih dekat
Jadilah orang dengan keingintahuan yang tinggi. asahlah kepekaan indera anda dengan mencari tahu lebih detail apa-apa yang terlihat menarik. Dengan begitu, kita akan dapat menghubungkan sebuah peristiwa dengan hal lain lalu menjadikannya bahan untuk tulisan kita.
7. Akrab dengan bahasa
Kata Gorys Keraf “ Semakin banyak kata yang dikuasai seseorang, semakin banyak pula ide atau gagasan yang dikuasainya dan sanggup diungkapkannya.”

8. Enjoy this life!
Carilah sisi unik dari sebuah peristiwa yang mungkin membuat gondok dan tak nyaman. Daripada mengeluh dan tidak selesaikan masalah, lebih baik dinikmati saja.
Ide yang mengalir deras
Kita bisa mendapatkan seribu ide dalam sehari. Hal itu bisa terjadi karena kemampuan otak kita sangat luar biasa. Namun, tentu harus didukung oleh kegiatan yang mampu menghasilkan ide-ide baru yang segar.
Afra menuliskan banyak hal yang bisa jadi sumber ide. Pengalaman salah satunya. Oleh sebab itu, kita disarankan menulis jurnal harian agar pengalaman kita tidak pergi menjadi masa lalu yang terlupakan.
Gagasan dari karya orang lain juga dapat menjadi sumber ide. Tapi, bukan berarti kita menjiplak ide mereka. Kita hanya melihat adanya inspirasi baru dari karya orang lain. seperti Rhonda Byrne yang terinspirasi menulis The Secret setelah membaca sebuah buku karya Wallace. Buku Byrne merupakan buku Wallace yang ditulis ulang dalam bahasa yang lain saja.
Tempat lain yang banyak mengandung ide adalah literatur. Di tempat ini, kita akan menemukan banyak sekali gagasan dan pengetahuan yang mampu memperkaya tulisan kita.
Sumber ide selanjutnya adalah alam semesta. Kreativitas dalam membaca apa yang terjadi di alam semesta ini akan menghasilkan ide yang berbeda.
Mengenal Bentuk Wacana
Di buku ini, Afra juga memperkenalkan teknik dan teori menulis yang cukup perlu dipelajari penulis. Deskripsi, narasi, dan eksposisi adalah bentuk-bentuk wacana yang dibahas Afra.
Afra juga membas masalah diksi sebagai salah satu bentuk penguasaan bahasa yang penting. Diksi yang tepat akan membuat karangan kita menjadi lebih indah dan ekspresif, serta dapat mengambarkan sesuatu dengan lebih tepat.
Gaya bahasa juga sangat penting dalam penulisan karya tulis. Majas akan membuat tulisan memiliki rasa yang berbeda dan tampak indah.
Unsur lokalitas juga tak boleh terlupa. Agar bisa mendapatkan lokalitas yang baik dalam karya kita, mulailah dari memilih objek, menyempitkannya, mempelajarinya hingga menjadi bagian yang tak terpisahkan dari diri kita, lalu menulislah!

Rimba Raya Kepenulisan
Ada beberapa macam jenis tulisan yang bisa kita coba buat.
1. Cerpen
Cerpen memiliki ruang yang padat karena pendek. Penulis harus ketat menyeleksi kata yang mau dipakai. Agar cerpen menjadi menarik, kita harus konsisten dari awal hingga akhir cerita. Jangan bertele-tele menyampaikan informasi. Tulislah kalimat yang mewakili banyak situasi. Juga, tentukan judul yang membuat penasaran. Awali dan akhiri cerpen anda dengan ledakan yang mengejutkan pembaca.
2. Novel
Dalam novel, kita lebih bebas menuliskan apa saja. Mengembangkan karakter, plot dan sebagainya. Akan tetapi, harus diingat bahwa kita tetap tak boleh sembarangan dalam menyusun sebuah novel. Harus diingat aturan sebuah kisah fiksi ialah logis dan tidak berpedoman pada semboyan ‘aneh tapi nyata’. Novel yang baik tentu adalah yang memberikan kesan yang dalam bagi pembacanya.
3. Menulis di media massa
Media massa menyediakan ruang bagi penulis untuk menuangkan karyanya. Paling umum dijumpai adalah artikel. Untuk dapat menulis artikel yang baik, pertama kita termasuk orang yang memiliki wawsan yang luas atau kepakaran dalam bidang tertentu. Ini yang membuat pembaaca merasa yakin bahwa artikel yang kita tulis memang memiliki nilai. Keahlian mengamati fenomena menjadi syarat penting untuk kita menemukan ide tulisan. Kecermatan melihat realitas akan melahirkan sudut pandang yang unik.
Di sisa halaman buku, Afra membahas lebih jauh mengenai feature, resensi dan kerja jurnalistik. Proses menerbitkan buku pun dibahas secara singkat namun padat oleh Afra.
Selain penguasaan pengetahuan teknis, satu hal pokok yang ditegaskan afra dalam buku ini adalah bahwa penulis merupakan well rounded man. Ia harus bisa mewakili lingkungannya, mewakili realita yang terjadi di masyarakat, harus mampu menempatkan diri secara benar dalam tulisan-tulisannya.
Well, buku ini cukup bagus menjadi pengantar memahami seluk-beluk dunia kepenulisan dan penerbitan.

Energi Sufistik Dalam Kisah-Kisah Legendaris

Membaca kisah-kisah para sufi adalah pengalaman yang memperkaya batiniah. Setiap jengkal kehidupan mereka menyimpan energi dan hikmah. Energi yang bisa men-charge iman, juga hikmah yang menyentil ke-aku-an kita. Sufisme adalah perjalanan yang pasti ada dalam diri setiap hamba. Ini mengisyaratkan bahwa setiap manusia adalah sufi, namun berbeda cara bagaimana Allah mengingatkan kita akan anugerah tersebut.

Manusia yang senantiasa memakai akalnya, memperbarui iman, takwa, raja’ (pengharapan) maupun khofa (rasa takut) akan tiba pada tujuan utama dari setiap penciptaan, yaitu mencapai Dzat Allah. Namun, mayoritas dari kita masih menomorsatukan perasaan dan sifat egoisme, hingga sulitlah bagi kita, bahkan untuk mengetahui identitas kita sendiri. Kita sulit mencapai derajat makrifat seperti yang disampaikan dalam sebuah hadist, ‘Man ‘arofa nafsahu, faqod ‘arofa robbahu’?barang siapa mengenal dirinya, maka ia akan bisa mengenali Tuhannya.

Kisah sufi mengingatkan kita akan dua hal. Pertama, bahwa ternyata untuk menjadi seorang sufi, ada banyak hal mencengangkan yang terkadang tidak bisa dicapai nalar dan logika. Misalnya kisah Ibrahim bin Adham yang memohon agar diselamatkan dari ‘mencintai’ anak dan istrinya, yang kemudian anaknya meninggal dunia (lihat kisah berjudul CabutlahNyawa Anakku atau Nyawaku Sendiri).

Bagi kita manusia ‘normal’ amatlah menggemaskan bila kita harus meminta untuk tidak menyintai siapapun selain Allah. Bisa saja muncul pertanyaan, bila semua orang menjadi sufi semacam Rabiah Al-Adawiyah, mungkin dunia ini akan kehilangan populasi manusia sebab tak akan muncul perkawinan. Sebab kata Rabiah ketika menolak cinta Imam Hasan al-Bashri bahwa “Tali pernikahan hanyalah untuk orang-orang yang memiliki ke-aku-an. Di sini ke-aku-an telah sirna, telah menjadi tiada dan hanya ada melalui Dia. Aku adalah milik-Nya. Aku hidup di bawah naungan-nya. Jika engkau menginginkanku, maka engkau harus melamar diriku kepada-Nya, bukan langsung kepada diriku” (hal 67).

Kedua, merasakan bahwa selama ini kita masih begitu ‘buta’ terhadap Allah. Kita terlalu sibuk dengan diri sendiri yang sarat hawa nafsu. Maka tak heran, begitu membaca kisah-kisah yang disuguhkan penulis bukuini, hati seperti tersengat listrik. Dunia sufi bagai terpisah dari kehidupan ‘normal’ manusia yang berjalan atas aturannya masing-masing.

Mungkin akan timbul pertanyaan, bagaimana bisa para sufi itu bertahan dalam lapar, tak tidur berhari-hari, menggelandang tak tentu, menjadi pengemis, hingga mencapai keajaiban-keajaiban (yang umumnya disebut karamah) seperti memunculkan uang dinar dari jubah, berjalan di atas air, atau bahkan udara! Tak akan sampai nalar kita menjangkaunya, sebab masih terdapat hijab yang tebal menutupi mata batin kita.

Walaupun kisah-kisah dalam buku ini sebagian sudah sering kita dengar, namun kepiawaian penulis mengkomunikasikan dalam bahasa yang ringan tetaplah enak untuk disimak. Dengan tebal 336 halaman, buku ini memang masih terdapat kekurangan, terutama keterkaitannya dengan kehidupan manusia zaman sekarang atau pencantuman tahun kejadian kisah. Sehingga, terkesan kisah-kisah tersebut jadul walaupun penulis menarasikannya dengan embel-embel bahasa zaman sekarang.

Namun setidaknya, buku ini cukup bergizi disajikan sebagai sarapan di pagi hari agar jiwa terisi tambahan energi untuk mengabdi pada Yang Hakiki.

_____________________________

Judul Buku : Kisah-Kisah Para Sufi Legendaris Sepanjang Masa

Penulis : Wawan Susetya

Cetakan : I, Desember 2012

Tebal : 336 halaman

Penerbit : Sabil, Yogyakarta

Dimuat Rimanews.com tanggal 17 Maret 2013
http://www.rimanews.com/read/20130317/95489/energi-sufistik-dalam-kisah-kisah-legendaris

Mengukir Senyum di Wajah Allah

Judul Buku : Amalan-Amalan Wanita yang Paling Disenangi Allah dan Nabi
Penulis : H.M. Amrin Ra’uf
Penerbit : Sabil, Yogyakarta
Cetakan : I, November 2014
Tebal : 221 halaman
ISBN : 978-602-255-711-1
Harga : Rp 35,000

Amalan apakah yang mampu membuat Allah dan Nabi merasa senang? Buku ini akan membahasnya, amalan terbaik yang bisa mengantarkan seorang wanita muslimah mendapatkan lebih banyak cinta dari Allah dan Nabi. Salah satunya yaitu salat sunah. Tahajud, dalam sebuah hadis pernah dikatakan sebagai salat yang paling utama setelah salat fardhu. Salat yang didirikan setelah bangun tidur malam ini memang terkenal karena keutamaannya yang luar biasa.
Nabi bahkan tidak pernah meninggalkan tahajud selama hidupnya. Jika seorang wanita mampu istiqamah sebagaimana Nabi, Allah takkan segan memberikan karunia yang berlimpah kepadanya. Dalam buku ini disebutkan sebagian keutamaan salat yang disebut juga qiyamul lail ini. Beberapa di antaranya, memperoleh pertolongan Allah untuk semua permasalahan hidup, menghindarkan diri dari ketergantungan pada makhluk, dianugerahi hati yang tenang dan lembut serta diberikan cahaya dalam kubur (hal. 63-75).
Amalan selanjutnya yaitu salat Dhuha. Salat satu ini sangat bermanfaat dalam rangka menarik rezeki. Setelah melaksanakan salat Dhuha, sangat dianjurkan untuk membaca surat al-Waqi’ah agar keutamaannya semakin terasa (hal. 95).
Salat lain yang tak kalah penting adalah salat Hajat, Rawatib dan Taubat. Ketiga jenis salat ini sebisa mungkin dijaga dengan istiqamah agar hidup terasa nyaman dan hati kian tenang. Ketiganya juga menyimpan hikmah yang luar biasa.
Amalan lain selain salat yang begitu bernilai adalah istiqamah mendaras al-Qur’an. Orang yang disiplin melaksanakannya setiap hari, akan diberikan pahala yang sangat besar di sisi Allah. Dia juga akan ditempatkan bersama malaikat di Surga serta diibaratkan bagaikan buah utrujjah, yang wangi dan manis. Selain itu, Allah akan mengangkat derajatnya di dunia hingga akhirat. Dan jangan lupa, al-Qur’an dapat pula memberi syafaat pagi pembacanya di hari kiamat (hal. 165-173).
Puasa menjadi amalan selanjutnya yang juga sangat bermanfaat. Kita dapat mencoba merutinkan puasa Senin Kamis. Puasa ini telah terbukti menjadi jalan sukses dalam meraih cita-cita. Prof. Dr. Ir. Amin Aziz, pendiri Bank Muamalat mengaku telah puluhan tahun rutin berpuasa Senin-Kamis. Ia merasakan betul bahwa ibadah satu ini sangat berdampak positif dalam kehidupan dan pekerjaannya (hal. 180).
Puasa Daud juga sangat disenangi oleh Allah. Nabi pernah bersabda bahwa seutama-utamanya puasa adalah puasa a la Nabi Daud ini, yaitu dengan sehari puasa dan sehari berbuka. Puasa ini memiliki beberapa manfaat yang sangat positif yaitu terpeliharanya diri dari kemaksiatan dan dianugerahi ilmu pengetahuan yang istimewa dari Allah (hal. 183, 185).
Puasa lain yang memiliki keutamaan besar adalah puasa hari ‘Asyura dan Arafah. Puasa ‘Asyura merupakan puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan. Sedangkan puasa Arafah memiliki manfaat untuk menghapus dosa setahun sebelum dan sesudahnya (hal. 187, 193).
Satu ibadah yang kelihatannya sepele namun menyimpan keutamaan luar biasa adalah istiqamah menjaga wudhu. Seseorang yang selalu dalam keadaan suci, akan dijaga dari gangguan setan dan diampuni dosa-dosanya, yaitu dosa-dosa kecil dan dosa antara dua waktu shalat. Ketika seseorang berwudhu, maka seluruh kotoran dan dosa dalam dirinya akan ikut keluar bersama tetesan-tetesan air wudhu (hal. 15-26).
Bershadaqah dan berzikir menjadi amalan terakhir yang dibahas buku ini. shadaqah mampu menghalangi bencana serta dapat memperpanjang umur. Dengan bershadaqah, harta yang kita miliki takkan berkurang tapi bertambah, karena setiap kebaikan yang kita lakukan, akan dibalas dengan 10 kebaikan (hal. 217). Shadaqah dapat menjadi salah satu jalan paling utama menuju kesejahteraan finansial. Sedangkan dengan berzikir secara istiqamah, Allah akan mengingat kita, dan memberi hati yang senantiasa hidup. “Perumpamaan orang yang menyebut nama Tuhannya dengan yang tidak menyebut nama-Nya, laksana orang hidup dengan orang mati” (hal. 204).
Buku ini dilengkapi tata cara melakukan ibadah-ibadah tersebut. Akan tetapi, lebih baik jika hanya dicantumkan surat yang dibaca, wirid dan doa khususnya saja. Tidak perlu mencantumkan bacaan iftitah, sujud atau ruku’ yang sebagian besar pembaca sudah mafhum sehingga tak memakan halaman yang cukup banyak.
Pada buku ini juga terdapat halaman yang diulang serta halaman kosong. Hal ini dapat membuat pembaca bingung dan membuat kertasnya mubazir. Namun, buku ini sangat baik dibaca sebagai panduan praktis untuk mendisiplinkankan diri melakukan amalan yang disukai Allah dan Nabi.

Dimuat di Harian Bhirawa, edisi 19 Desember 2014
http://harianbhirawa.co.id/2014/12/mengukir-senyum-di-wajah-allah/#

Panduan Membangun Karir Cemerlang

Judul Buku : Career First, Melangkah Pasti ke Dunia Kerja
Penulis : Maya Arvini
Penerbit : Gagasmedia
Cetakan : I, 2014
Tebal : xvii + 202 halaman
ISBN : 978-979-780-723-8
Harga : Rp 53.000

Buku ini merupakan satu dari sekian banyak buku yang ditulis oleh ekspatriat yang sukses di usia muda. Maya Arvini merupakan lulusan Universitas Indonesia yang memiliki karir cemerlang di IBM dan Microsoft Indonesia. Di buku ini Maya berbagi banyak hal penting yang perlu dipelajari oleh mereka yang ingin berhasil membangun karir di perusahaan.
Menurut Maya, modal awal untuk sukses dalam dunia karir adalah diri sendiri. Kita harus mengenal sebanyak mungkin tentang diri sendiri dulu untuk melihat potensi serta menentukan langkah-langkah strategis untuk mencapai sasaran dalam karir (hal. 49). Untungnya, setiap orang telah dibekali lima macam kecerdasan yang berguna untuk mendukung pencapaian kesuksesan. Kecerdasan-kecerdasan tersebut harus diasah setiap hari agar semakin berfungsi dengan baik (hal. 29).
Kita harus memutuskan untuk memegang kendali atas hidup kita sendiri. Dengan begitu, kita akan tergerak untuk selalu mencari ke arah mana kita akan berjalan (hal. 25). Mengetahui bakat (talent) dan passion termasuk salah satu cara jitu untuk memulainya. Setelah memahami dua hal itu, kita bisa tahu apa life interest kita, hal paling menarik dalam hidup yang ingin diperjuangkan (hal. 34).
Setelah terjun ke dunia kerja, kita harus setia menjaga integritas, yang oleh Maya didefinisikan sebagai konsistensi sikap dan perilaku, bisa diandalkan, dan memiliki komitmen yang tidak mudah luntur. “Integritas adalah salah satu kunci sukses,” tulisnya (hal. 53). Unsur-unsur yang menyusun integritas seseorang adalah profesionalisme, yaitu menuntaskan segala tugas dan kewajiban, serta loyalitas terhadap profesi dan keinginan untuk berkontribusi (hal. 57).
Mengenai komitmen, setelah kita diterima bekerja di sebuah perusahaan, maka kita dituntut memiliki komitmen terhadap perusahaan. Komitmen yang kuat akan mendorong seseorang untuk bertanggung jawab atas peran, menghasilkan kinerja yang baik dan tampil meyakinkan di mana pun berada (hal. 96).
Selain integritas, networking merupakan kunci lain yang sangat menentukan dalam menjalani kerasnya kehidupan di dunia kerja. Networking adalah soft skill penting yang seharusnya diasah sejak masa sekolah karena berhubungan dengan kecerdasan emosi. Lalu bagaimanakah caranya? “Menjalin relasi dengan siapa saja tanpa didasari pamrih,” ungkap Maya membeberkan rahasia suksesnya membangun jaringan (hal. 63). Di samping itu, agar network awet, maka hubungan yang terjalin harus bersifat mutualisme dan saling menghargai (hal. 68).
Dalam upaya mencapai kerjasama yang bagus dengan pihak lain, kita terkadang dituntut melakukan usaha lebih. Maya mencontohkan keberhasilannya menjalin relasi yang menguntungkan dengan klien. Dia mencari tahu dengan detail curriculum vitae calon kliennya hingga informasi terkini mengenai perusahaan tempat klien berasal. Dengan demikian, klien akan memiliki respon positif mengenai kita dan perusahaan (hal. 152).
Sementara untuk mewujudkan hasil kerja yang terbaik, maka kita harus mengeluarkan inisiatif dan kreativitas yang terbaik pula (hal. 150). Seringkali, demi dapat menyajikan kinerja yang melebihi harapan, kita akan mengorbankan waktu di luar jam kerja. “Semua itu memang membutuhkan kerja keras, tapi saat terjun di dalamnya, maka kita akan merasakan adrenalin mengalir saat ditantang untuk mengeluarkan yang terbaik!” (hal. 149).
Buku ini juga membahas bagaimana mengatasi office politics yang sering dilakukan oleh mereka yang menginginkan sukses jalan pintas. Mencermati pola agar tidak terperangkap merupakan satu cara menghadapi politik di kantor. Selanjutnya, belajar menerima dan bersikap santai juga dapat dipraktikkan agar kita tak down oleh ulah kolega yang ahli dalam permainan politik kaum eksekutif (hal. 121).
Kondisi yang dinamis dan tak menentu dapat menambah tekanan hingga mengakibatkan stres. Untuk itu, Maya sangat menyarankan agar kita mencari mentor yang bisa dimintai saran dan advice tentang pekerjaan. Memiliki beberapa mentor dalam berbagai bidang akan membantu kita mendapatkan pengetahuan dan dukungan moral yang tak ternilai (hal. 132).
Kita juga dapat membentuk aliansi dengan beberapa orang yang bisa dipercaya dan diandalkan, yang berasal dari level mana saja. “Membangun aliansi artinya membangun lingkaran kerja yang positif, yang akan mendorong untuk terus maju”. Aliansi bisa sewaktu-waktu berfungsi sebagai sekutu ketika menghadapi office politics (hal. 127).
Buku ini sangat cocok dibaca para pemula dalam dunia kerja agar punya persiapan menghadapi tantangan yang semakin tinggi. Sayangnya, motivasi yang disampaikan masih terasa ‘berat’ karena Maya banyak memberi contoh ketika dia sudah berada di posisi high level, dan kurang membidik pembaca yang tidak memiliki kemampuan sebaik dirinya.

Dimuat di Majalah Luar Biasa edisi Desember 2014

Seribu Keajaiban Tiga Juz Terakhir Al-Qur’an

Judul Buku : Mukjizat Surat-Surat di Dalam Al-Qur’an Juz 28, 29 dan 30
Penulis : Abdullah Zein
Penerbit : Saufa, Yogyakarta
Cetakan : I, November 2014
Tebal : 216 halaman
ISBN : 978-602-255-732-6
Harga : Rp 34.000

“Dan, Kami turunkan dari al-Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman…” (QS. al-Israa [17]: 82)

Mungkin banyak di antara kita yang belum tahu bahwa setiap surat dalam kitab Allah ini memiliki faedah tersendiri. Kita hanya tahu bahwa agar Allah memberi rezeki yang banyak, membaca Al-Waqi’ah setiap malam dirasa cukup. Tapi tahukah kita bahwa ada beberapa ayat yang disebut ayat ‘seribu dinar’ karena berfaedah mendatangkan rezeki? Tahukah kita di mana ayat tersebut berada? Apakah surat pelindung hanya surat yang disebut Al-Mua’widzatain?
Buku ini secara lengkap bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas. Menyadarkan kita yang cenderung mengistimewakan beberapa surat saja seperti Yaasin dan ‘acuh’ pada surat lainnya. Kita akan terkejut mendapati bahwa dalam 3 juz terakhir dari al-Qur’an ternyata ditemukan khasiat yang menakjubkan.
Menggunakan ayat-ayat al-Qur’an sebagai semacam ‘mantra’ dalam berbagai keperluan tidaklah mengapa, bahkan sangat dianjurkan. Nabi Muhammad tidak dibekali mukjizat tongkat seperti kepunyaan Nabi Musa as., atau kemampuan tidak mempan dibakar api seperti Nabi Ibrahim as. Nabi terakhir itu hanya dibekali al-Qur’an, yang jika orang mengetahui keutamaan yang terkandung di dalamnya, maka akan takjub karena memang al-Quran mukjizat terbesar yang diturunkan untuk manusia hingga akhir zaman (hal. 5).
Namun, al-Qur’an hanya akan memberikan manfaat pada orang-orang beriman dan yakin akan kekuasaan Allah. Tak ada sesuatu yang akan bermanfaat bagi mereka yang tidak mempercayai ayat-ayat Allah. “Al-Qur’an mengandung obat dan rahmat. Namun, hal ini tidak berlaku bagi setiap orang, khusus bagi mereka yang membenarkan ayat-ayat Allah dan mengamalkannya. Adapun orang-orang zhalim yang tidak mempercayainya, maka ayat-ayat tersebut akan semakin membuat rugi” (hal. 8).
Dalam buku ini, pembaca diajak menyelami kandungan, asbabun nuzul serta khasiat dan keutamaan di tiap-tiap surat pada juz 28 hingga 30. Sebagai contoh pada surat al-Muzammil. Dengan membaca surat ini 41 kali, maka kita dapat bertemu Nabi Muhammad saw. di dalam mimpi. Surat ini memiliki kandungan agar umat Islam melakukan shalat malam, membaca al-Qur’an dengan tartil, bertasbih dan bertahmid, seperti yang pernah Allah perintahkan kepada Rasulullah sebagai penguatan ruhani (hal. 60-61).
Bagi yang sedang mengalami kesulitan keuangan, disarankan untuk mengamalkan membaca ayat 2 dan 3 surat at-Thalaq. Inilah ayat yang oleh Nabi disebut ayat ‘seribu dinar’. Dengan rutin membacanya tiga kali setelah shalat fardhu, maka akan memperoleh kemurahan rezeki yang tidak disangka-sangka (hal. 38).
Ada banyak surat lain yang memiliki keajaiban melancarkan rezeki dengan pengamalan yang beragam. Surat ad-Dhuha misalnya. Bila surat ini dibaca tanpa dihitung dari pukul 8 hingga 11 pagi lalu setelah itu kita shalat Dhuha, dengan izin dan ridha Allah, rezeki akan mengalir deras (hal. 113). Dapat kita amalkan juga ayat 10-12 dari surat Nuh, yang populer sebagai penarik rezeki. Dengan mengamalkan secara teratur diiringi istighfar, maka Allah akan mencukupkan rezeki kita (hal. 55).
Untuk urusan mengusir jin dari rumah, kita bisa memakai surat al-Jin, al-Mulk dan ar-Rahman. Dengan membaca kolaborasi ketiga surat tersebut di rumah yang banyak jin, dengan izin-Nya, jin tersebut akan merasa panas dan meninggalkan rumah (hal. 59). Surat lain yang juga ampuh membinasakan jin ialah surat al-Hasyr (hal. 21) dan tentu saja, dua surat terakhir dalam al-Qur’an yang disebut al-Mu’awidzatain. Dua surat ini juga mampu menghilangkan rasa takut dan pengaruh sihir (hal. 181).
Khasiat lain yang mungkin tak masuk akal ialah kemampuan surat al-Buruuj dalam membuka gembok yang kuncinya hilang (hal. 90) atau surat al-Muthafifin yang berkhasiat memelihara tanaman dari hama (hal. 86). Kening kita juga mungkin akan berkerut kala mengetahui bahwa surat at-Thariq mampu mengembalikan barang yang diambil pencuri (hal. 94) atau mukjizat surat al-Qiyaamah yang mampu menguatkan ingatan (hal. 67) dan surat al-Haaqqah yang berkhasiat memperlancar kelahiran bayi dan mencegah keguguran (hal. 50).
Kenyataan tersebut membuktikan bahwa al-Qur’an sebagai mukjizat memang benar adanya. Al-Qur’an memiliki rahasia yang akan bermanfaat bagi siapa yang mempercayainya. “Meski tak dapat diterima nalar, tapi kekuasaan Allah nyata di alam ini” (hal. 89).
Buku kecil ini merupakan referensi yang tepat bagi siapa saja yang ingin mendapatkan keberkahan melalui mukjizat al-Qur’an.

Dimuat di Koran Probolinggo, edisi 8 Desember 2014

Berprestasi Menggunakan Kekuatan Diri

Judul Buku : The Power in You, Sadari Potensi Diri untuk Raih Prestasi
Penulis : Ollie
Penerbit : Gagasmedia, Jakarta
Cetakan : I, 2014
ISBN : 978-979-780-737-5
Tebal : xvi + 288 halaman

Setiap orang memiliki kekuatan untuk mewujudkan keinginan dan visi hidupnya. Kekuatan itu menunggu diberdayakan, menanti untuk dimaksimalkan. Inilah yang Ollie sebut sebagai the power in you, atau kekuatan di dalam diri masing-masing orang yang sudah diberikan Tuhan dengan cuma-cuma (hal. v).
Sayangnya, banyak dari kita tidak menyadari adanya kekuatan tersebut. Bahkan tak sedikit yang secara terang-terangan ‘menolak’ keberadaannya. Saksikan saja di media sosial seperti Facebook atau Twitter, status-status galau yang diunggah hampir tiap menit, dengan tema putus cinta dan perkara lain yang remeh-temeh. Buku ini lahir sebab kegerahan Ollie terhadap sikap menye-menye anak muda zaman sekarang ini (hal.1).
Dalam buku setebal 288 ini dibeberkan mengapa anak muda harus berdaya guna dan menemukan passion serta menggunakan power-nya semaksimal mungkin. Kata Ollie, life is short. Hidup ini teramat singkat untuk tidak dibikin hebat. Kita akan menyesal sangat dalam jika belum sempat melakukan hal-hal yang kita impikan lalu keburu wafat (hal. 34).
Banyak hal penting yang kita dapatkan dari buku baik ini. Pertama, kita perlu menemukan ‘why’ kita terhadap aktivitas yang sedang kita lakukan agar dapat fokus dan berkomitmen. Temukan alasan terkuat mengapa kita melakukan suatu aktivitas (hal. 7). Alasan ini akan menjadi starting point kita dalam memberdayakan kekuatan diri.
Kedua, menentukan visi hidup kita 5 tahun ke depan lalu menuliskannya secara detail. Banyak sekali orang yang telah membuktikan bahwa visi yang tertulis akan lebih mudah terwujud. Salah satunya Ollie yang beberapa visinya telah menjadi kenyataan karena ia menuliskannya. Dengan menulis visi hidup akan membantu kita menemukan potensi yang ada dalam diri dan di lingkungan sekitar, yang dapat kita manfaatkan untuk membantu mewujudkannya (hal. 14).
Kita juga perlu mengenal apa saja barriers (halangan) yang biasa muncul dalam langkah kita menggapai impian. Hambatan-hambatan itu bisa muncul dari dalam diri sendiri seperti mental block dan pikiran negatif. Sedangkan hambatan dari luar bisa berupa omongan orang lain yang bisa melemahkan tekad kita serta kegagalan yang mungkin berulang kali kita temui. Sering juga kita disabotase oleh rasa malu sehingga kerap membuat langkah kita berhenti. Bahkan, rutinitas sehari-hari bisa membuat kita stuck dan jalan di tempat (hal. 42-55).
Untuk mengatasi problema di atas, Ollie mendorong kita untuk cerdas mengelola emosi dan segala pikiran negatif yang muncul. Dia juga menyarankan kita untuk berani keluar dari comfort zone (hal. 119), mengingat rasa takut (insecure) untuk mencoba hal baru muncul ketika kita sudah nyaman di posisi saat ini. Padahal, salah satu kunci sukses dalam segala hal adalah keberanian, baik itu keberanian untuk bertindak maupun membangun kemungkinan-kemungkinan dengan sebanyak mungkin orang.
Pada intinya, Ollie mengajak kita untuk merasa kuat, pede dan mencintai diri sendiri dulu karena untuk bisa mempengaruhi banyak orang demi menebar manfaat, kita harus kuat baik mental maupun fisik. Sebab, kita tak akan mampu memberi apa yang tidak kita punyai (hal. 20).
Buku ini memuat lembar-lembar practice yang dapat dipraktikkan begitu selesai satu pembahasan. Ini menandakan Ollie ingin pembacanya langsung take action dan tidak menunda. Isi perintahnya pun beragam, tidak hanya menyuruh menuliskan visi hidup atau kelebihan kita, tapi ada juga intruksi agar kita berkumpul dengan 5 teman lalu meminta mereka mengomentari penampilan kita (hal. 247). Ollie mengajak pembaca bereksperimen dengan banyak hal.
Materi dalam buku ini sangat banyak sehingga Ollie menulisnya dengan penjabaran yang to the point dan paragraf yang padat. Kita tak perlu membaca penjelasan yang bertele-tele seperti kerap ditemukan pada beberapa buku motivasi.
Buku ini hampir sempurna, dengan desain fisik dan layout yang kreatif. Hanya saja, kadang ada materi yang masih membuat pembaca belum puas karena begitu ringkasnya pembahasan. Namun, secara keseluruhan, buku ini keren dan asyik sekali. Sangat membantu pembaca mengenal dan menyadari lalu bersegera bangun untuk memberdayakan potensi diri dalam meraih apapun impiannya.

Dimuat di Indoleader.com tanggal 26 November 2014

http://indoleader.com/index.php/resensi/3892-berprestasi-menggunakan-kekuatan-diri

 

Keajaiban Puasa Senin Kamis

miracle puasa senin kamis

Judul Buku : The Miracle of Puasa Senin Kamis
Penulis : Ubaidurrahim El-Hamdy
Penerbit : WahyuQolbu, Jakarta
Cetakan : I, 2014
Tebal : viii + 324 halaman
ISBN : 979-795-892-2
Harga : Rp 39.000

Puasa adalah satu dari sekian banyak ibadah yang sangat dianjurkan Nabi. Dalam sebuah hadist disebutkan bahwa puasa dan Al-Qur’an adalah dua hal yang mampu memberi syafaat pada pelakunya di hari kiamat (hal. 232). Ibadah satu ini sangat istimewa karena pahalanya langsung dari Allah, seperti dalam firman-Nya “Puasa itu milik-Ku, dan Aku sendiri yang akan membalasnya” (hal.16).
Rasulullah merupakan orang yang paling banyak berpuasa sunnah. Disebutkan dalam hadis bahwa beliau puasa sebulan penuh pada Sya’ban dan rutin menjalankan puasa Senin Kamis. Menurut beliau, pada hari itu, pintu Surga dibuka oleh Allah dan catatan amal dilaporkan sehingga beliau ingin ketika amalnya dilaporkan, ia sedang berpuasa (hal. 24).
Ada banyak ‘keajaiban’ puasa sebagaimana dijelaskan oleh penulis melalui berbagai ayat Al-Qur’an, hadist dan kajian-kajian ilmiah. Salah satunya ialah puasa merupakan jalan takwa yang mempu mengantarkan ke Surga serta sebagai pembuktian iman. Sebab, seseorang yang memiliki iman yang kuat tidak akan merasa cukup hanya dengan ibadah fardhu. Sebaliknya, ketika orang menyepelekan ibadah sunnah, maka imannya perlu dipertanyakan (hal. 21).
Dari segi kesehatan, puasa memiliki segudang ‘prestasi’ dalam menyembuhkan berbagai penyakit. Hipertensi, diabetes, asma, penyakit kulit, dan kanker adalah sebagian penyakit yang bisa dihilangkan dengan puasa. Bahkan, seorang pakar kesehatan dari Kanada, Bernard Jhonson, telah membimbing lebih dari 50.000 kasus kesehatan dengan terapi puasa (hal. 146).
Mengapa puasa begitu ampuh dalam mengatasi berbagai masalah kesehatan, bahkan yang terlihat tidak mungkin? Jawabannya ada pada hadis Nabi “Sumber daripada penyakit adalah perut. Perut adalah gudang penyakit dan berpuasa itu adalah obat.” Sejalan dengan penelitian dr. Robert Gray dari USA “Parasit hidup membiak pada sistem perut yang kotor.” (hal. 41). Agar dapat hidup sehat, manusia harus mengendalikan diri dan tidak berlebihan dalam mengonsumsi makanan yang berpotensi besar menimbulkan berbagai penyakit. Salah satu bentuk pengendalian kita kepada makanan adalah dengan berpuasa.
Dalam kaitannya untuk mengatasi obesitas, puasa juga dapat diandalkan. Saat tubuh kekurangan asupan makanan, ia akan membakar sumber energi cadangan berupa lemak yang tertimbun dalam tubuh. Dengan begitu, berat badan akan menurun (hal. 103).
Puasa yang benar serta sesuai aturan Nabi juga bermanfaat untuk menajamkan kemampuan otak. Ketika berpuasa, asupan makanan akan berkurang. Di saat itu, usus akan beristirahat dan beban darah untuk membawa sari makanan ke seluruh tubuh berkurang. Darah yang berada di otak akan tetap tinggal sehingga otak menjadi lebih tenang dan segar. Ilmuwan besar lulusan Universitas Iskandariyah, Apikor mengatakan bahwa puasa akan menajamkan kekuatan akal dan memperkuat daya ingat. Maka menjelang ujian, ia menjalani puasa selama 40 hari (hal. 111).
Menarik jodoh dan rezeki merupakan keajaiban puasa selanjutnya. Ketika orang rutin berpuasa, keadaan spritualnya akan diperbaiki dan menjadikan dirinya orang yang bertakwa. Di saat itulah, Allah akan memberikan kemudahan dalam urusannya. Seperti yang telah disebutkan dalan surat At-Thalaq ayat 2-3 bahwa barang siapa bertakwa kepada Allah, maka Allah akan memberinya jalan keluar dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka (hal. 151).
Puasa Senin Kamis merupakan puasa sunnah yang sangat bagus dipakai untuk terapi kesehatan, kejiwaan dan mengatasi masalah hidup. Hanya dengan dua hari seminggu, kita bisa melatih otot-otot spiritual yang berdampak positif pada peningkatan kualitas ibadah dan ahlak seperti kesabaran dan kepekaan sosial serta peningkatan kualitas berpikir (hal. 207, 129, 123, 118)
Dengan pengalaman dan ilmunya yang luas, penulis membuat buku ini kaya dari segi isi, yang merupakan poin lebih buku ini. Ditambah layout yang berbeda tiap halaman plus diselipi mind map dan kotak dialog, membuat penampilan buku ini terlihat keren. Namun, kekurangan satu-satunya dari buku 324 halaman ini adalah penjelasan yang diulang-ulang hingga beberapa kali sehingga tampak membosankan. Kekurangan lain ialah tiadanya daftar pustaka yang mungkin diperlukan pembaca untuk studi lanjut.
Buku ini selain cocok dibaca oleh para pelajar usia sekolah menengah dan mereka yang sedang mengalami kesulitan karena keuangan, jodoh maupun penyakit, juga cocok dibaca oleh politikus yang sedang memperjuangkan kepentingan rakyat, atau pengusaha yang bermaksud mensejahterakan kehidupan masyarakat. Agar mereka tergerak untuk hidup prihatin dengan berpuasa dua kali sepekan.

Dimuat di Rimanews.com tanggal 26 November 2014
http://budaya.rimanews.com/buku/read/20141126/184574/Keajaiban-Puasa-Senin-Kamis